Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kisah Inspiratif 3 Januari 2018   11:54 WIB
Murah Mana, Grab, Gojek, atau Uber?

Gojek (Go-Ride)

PT GoJek Indonesia merupakan penyedia jasa transportasi ojek di Indonesia yang berkembang pesat setelah meluncurkan aplikasi di ponsel pada awal 2015.

Nadiem Makarim, pendiri PT GoJek Indonesia melihat permasalahan utama tukang ojek adalah waktu tidak produktif yang besar, seperti mangkal dan menunggu penumpang. Saat di pangkalan ojek, pengemudi ojek harus bergiliran dengan pengemudi ojek lainnya.

Di sisi lain para pengguna ojek juga merasa malas untuk berjalan mencari pangkalan ojek. Di kota-kota besar, orang lebih suka menggunakan taksi karena lebih mudah dicari dan dipanggil kapan saja.

[Baca Juga: Ngelamar Jadi Gojek Bisa Memberikan Penghasilan Lebih]

 

Berdasarkan riset tersebut, Nadiem mendapatkan ide awal untuk melakukan inovasi bagaimana cara menghubungkan pengendara ojek dengan calon pembelinya. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan ponsel.

GoJek dirintis pada tahun 2011 dengan menggunakan sistem yang masih sangat sederhana, yaitu calon penumpang menghubungi melalui telepon, atau kirim sms.

Saat ini GoJek telah membuktikan prestasi yang luar biasa, setidaknya ada lebih 10 ribu supir ojek yang tergabung dalam GoJek.

 

Berikut adalah informasi terkait GoJek, mulai dari jam sibuk hingga tarifnya:

 

No Karakteristik GoJek
1 Jam sibuk (rush hour)
  • Pagi: 06.00-09.00
  • Sore: 16.00-19.00
2 Tarif pada jam sibuk
  • Rp2.500 per km (jarak 0-12 km)
  • Di atas 12 km berubah menjadi Rp3.000 per km.
3 Tarif minimum
  • Rush hour = Rp10.000
  • Jam tidak sibuk = Rp6.000

Contoh perhitungan tarif:

  • Untuk menempuh jarak 5 km dengan GO-RIDE, berarti Anda perlu membayar:
    • Rp2.500 x 5 = Rp12.500.
  • Jika jarak tempuh 15 km, maka tarif yang berlaku adalah:
    • Rp3.000 x 15 = Rp45.000

 

*Note: Tarif yang digunakan adalah tarif per tahun 2017. Tarif dapat berubah-ubah tanpa pemberitahuan lebih lanjut

 

Grab (GrabBike)

Pada tahun 2012, sekelompok teman yang sedang menikmati teh bersama di Singapura mengeluh tentang sulitnya mendapat taksi atau kendaraan umum. Dari keluhan inilah, sekelompok pemuda tersebut menemukan ide transportasi online.

Mereka akhirnya mendirikan Grab (yang saat itu dikenal sebagai MyTeksi), yang dimulai dari Asia Tenggara dengan tujuan memudahkan pengguna transportasi umum.

Lebih Murah Mana Harga Ojek Online Gojek, Grab atau Uber 03 - Finansialku
Lebih Murah Mana Harga Ojek Online Gojek, Grab atau Uber 03 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Mobil Adalah Barang Investasi?]

 

Kini, Grab telah berkembang pesat dan hadir di 6 negara di seluruh Asia Tenggara, yakni di Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Dan tentunya sudah sangat banyak yang menggunakan layanan tersebut setiap harinya. Bahkan hingga bulan Maret 2015, jumlah pengguna Grab dikabarkan telah mencapai 3,8 juta pengguna.

Di Indonesia, Grab melayani pemesanan kendaraan seperti ojek, mobil, dan taksi. Saat ini Grab tersedia di seluruh Jakarta dan sekitarnya.

 

Berikut adalah informasi terkait Grab, mulai dari jam sibuk hingga tarifnya:

 

No Karakteristik GrabBike
1 Jam sibuk (rush hour)
  • Pagi: 06.00-09.00
  • Sore: 16.00-19.00
2 Tarif

Tarif GrabBike mengalami kenaikan sebesar 10% semenjak 21 Agustus 2017, yaitu menjadi:

  • Rp1.750 per km untuk 12 km pertama.
  • Tarif di atas 12 km dikenai penambahan Rp3.000 per km
  • Biaya tambahan pada jam sibuk = Rp2.500

Contoh perhitungan tarif:

Untuk menempuh jarak 15 km dengan GrabBike pada jam sibuk, berarti Anda perlu membayar:

  • 12 km pertama = 12 x Rp1.750 = Rp21.000
  • 3 km selanjutnya = 3 x Rp3.000 = Rp9.000
  • Biaya tambahan jam sibuk = Rp2.500
  • Total = Rp32.500

 

*Note: Tarif yang digunakan adalah tarif per tahun 2017. Tarif dapat berubah-ubah tanpa pemberitahuan lebih lanjut

 

 

 

 

Uber (Uber Motor)

Sebagai seorang entrepreneur, langkah yang dijalani Travis Kalanick tidak semulus yang kita bayangkan. Sebelum sukses di UBER, Beliau pernah memiliki beberapa perusahaan internet. Sayangnya perusahaan-perusahaan tersebut tutup karena terkendala peraturan.

Namun, pada tahun 2009 Travis Kalanick bekerja sama dengan Garrett Camp (pendiri StumbleUpon) untuk mendirikan Uber.

Perusahaan ini pertama kali mendapat pendanaan seed sebesar US$200.000 (Rp2,7 miliar). Pada tahun yang sama UBER mendapat pendanaan tambahan sebesar US$1,25 juta (Rp16,8 miliar).

Lebih Murah Mana Harga Ojek Online Gojek, Grab atau Uber 04 - Finansialku
Lebih Murah Mana Harga Ojek Online Gojek, Grab atau Uber 04 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Daftar Uber Online untuk Menambah Penghasilan]

 

Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan aplikasi UBER dan merilis versi beta pada tahun 2010. Pada tahun 2011 layanan mobile UBER resmi dirilis di San Francisco.

Pada awalnya CEO UBER diduduki oleh Ryan Graves, dan  pada tahun yang sama Kalanick menggantikan perannya. Graves berpindah posisi menjadi COO atau direktur operasional.

Pada akhir tahun 2011, UBER mendapat pendanaan tambahan sebesar US$44,5 juta (Rp600,75 miliar) dan mengubah nama awalnya UberCab menjadi UBER.

 

Berikut adalah informasi terkait Uber Motor, mulai dari jam sibuk hingga tarifnya:

 

No Karakteristik Uber Motor
1 Jam sibuk (rush hour)
  • Pagi: 06.00-09.00
  • Sore: 16.00-19.00
2 Tarif
  • Biaya dasar per perjalanan = Rp1.000
  • Biaya per menit = Rp100
  • Tarif per km di 12 km pertama = Rp1.250 per km
  • Tarif per km di atas 12 km = Rp2.000 per km
  • Baya pembatalan = Rp5.000

Contoh perhitungan tarif:

Jika Anda ingin menuju suatu tempat pada jam 5 sore dengan jarak 15 km dan waktu tempuh 1 jam (60 menit). Biaya yang perlu dibayar adalah:

  • 12 km pertama = 12 x Rp1.250 = Rp15.000
  • 3 km selanjutnya = 3 x Rp2.000 = Rp6.000
  • Tarif untuk 60 menit = Rp100 x 60 = Rp6.000
  • Biaya dasar perjalanan = Rp1.000
  • Total = Rp28.000

 

*Note: Tarif yang digunakan adalah tarif per tahun 2017. Tarif dapat berubah-ubah tanpa pemberitahuan lebih lanjut

 

 

 

 

Pilih Ojek Online yang Pas di Kantong

Melihat perbandingan harga ketiga jasa ojek online tersebut, manakah yang sesuai dengan kantong Anda?

Anda bisa memilih ojek online sesuai preferensi Anda. Di samping harga atau tarifnya, mungkin Anda mengutamakan kemudahan penggunaan aplikasi, pengalaman berkendara, hingga ketersediaannya di kota Anda.

 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk berlangganan ojek online.

Karya : Aulia Arfan