Kita Berpisah dalam Lantunan Do’a

Windi Nurisa
Karya Windi Nurisa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Februari 2016
Kita Berpisah dalam Lantunan Do’a

Dia berbeda dan aku menyukainya. Lama aku berusaha untuk dekat dengannya dan semua berujung dengan hasil? yang membahagiakan. Kami bersama terikat ?dengan kata kekasih.

Aku akui merasa bahagia saat bersamanya, tapi aku mulai merasakan perbedaan dari sikapknya. Dia yang dulu kupikir banyak bicara ternyata dia sangat pendiam, bahkan aku pikir dia penuh perhatian tapi ternyata dia bersikap begitu dingin setiap kali bersamaku. Aku tak pernah protes akan perubahan sikapnya dan aku terus menikmati setiap kebersamaanku dengannya.

Lambat laun aku merasa asing setiap kali bersamanya, aku mulai mempertanyakan kata kekasih yang ada diantara kita. Aku mulai memberanikan diri bertanya padanya dan hebatnya dia tak merasakan apa yang kurasa, dia hanya berkata ?memang kenapa dengan hubungan kita??. Aku tak lagi mempertanyakan mengenai kita padanya.

Aku tanyakan pada diriku sendiri, ?apakah aku masih sanggup bertahan dengan keadaan seperti ini??. Lama aku berpikir dan akhirnya aku menemukan jawaban. Aku akan pergi. Tepat setelah kubulatkan keputusanku aku akan pergi meninggalkan kota ini dan dia. Aku berusaha menghubunginya bahkan aku berusaha menemuinya, namun tak menghasilkan. Dia sibuk dengan pekerjaannya.

Tiba saatnya aku harus pergi dan aku tak melihat batang hidungnya. Aku kirimkan pesan padanya dan dia hanya membalas ?hati-hati?. Setelah itu tak pernah lagi kudengar kabar darinya.

Surat yang kutitipkan pada temannya tak pernah kutahu sampai ke tangannya atau tidak. Aku cukup lama menunggu kabar darinya atau sekedar tanggapan dia akan hubungan kita, tapi tak ada.

Sudah lama aku di kota ini dan aku menemukan sosok pengganti dia. Sosok baru ini membuatku berpikir ?aku siap menikah?. Lalu setelah semua yang aku dan dia lalui kami memutuskan untuk menikah.

Persiapan telah kita lakukan dan aku mengirimkan undangan kepada teman-temanku di kota yang dulu.

Saat tiba hari pernikahan aku dikejutkan dengan kehadiran sosoknya. Dia tersenyum penuh arti dan aku tak mengerti akan itu.

Dia mengucapkan salam dan do?a "aku bahagia melihatmu menemukan seseorang yang tepat, semoga kamu bahagia denganya", ?terima kasih?, jawabku.

Dia diam, lantas berucap "kurasa mulai detik ini kita tak terikat dengan kata kekasih lagi, ku harap kebahagiaan selalu bersama kamu dan dia".

Lantas dia pergi dan aku terpaku karena ucapannya.

  • view 145