The Beginning

Winta Arsitowati
Karya Winta Arsitowati Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Februari 2016
The Beginning

Manusia diberikan kehidupan di dunia tidak hanya untuk sekedar menumpang. Bukan hanya agar manusia dapat mengetahui aneka ragam kekayaan alam yang ada, menemukan berbagai fenomena dan mencicipi segala hal yang dirasa menarik. Lebih dari itu, dengan akal pikiran yang dimiliki manusia, Tuhan memberikan kehidupan agar manusia dapat mempelajari segala hal yang ada di sekelilingnya, meresapi pengetahuan yang ia dapat dengan baik, dan mengamalkannya kembali dalam kehidupan. Karena pada hakikatnya ilmu dan segala hal yang dimiliki oleh manusia diberikan agar mereka ingat, bahwa apa yang mereka miliki tidaklah kekal, bahwa akan ada masanya di mana mereka dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka miliki di dunia. Dan sudah semestinya manusia dapat memahami dan menerima segala hal yang terjadi di sekelilingnya, memaknainya sebagai pembelajaran, dan mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Karena tak selamanya kita mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan?

Lalu apa jadinya jika manusia tidak dapat menerima kenyataan yang terjadi di dalam hidupnya? Bagaimana jika ia terus saja meminta apa yang ia inginkan, tanpa melihat bahwa di sekelilingnya telah terdapat hal-hal yang semestinya ia syukuri, hal-hal yang sebenarnya paling ia butuhkan?

Perjalanan hidup akan membawa manusia ke tempat-tempat yang kadang tak pernah terbayang akan disinggahinya. Ke lautan ganas di mana ombak bergulung-gulung dan siap untuk menenggelamkan kapalmu, atau bahkan ke gurun pasir gersang yang dapat membuatmu gerah dan kehausan dalam perjalanan mengarunginya. Tapi bagaimanapun juga, perjalanan itu harus tetap diselesaikan juga agar kita bisa melangkah ke perjalanan berikutnya kan? Karena perjalanan itu tidak akan selesai jika kita hanya berdiam diri di tempat. Dan di titik itu manusia akan belajar untuk menerima segala hal yang terjadi dalam hidupnya. Di titik itu pula aku berada saat ini. Belajar menerima kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup, belajar berdamai dengan masa lalu, bahkan dengan diriku sendiri.

Ini adalah kisahku. Aku tahu kisah ini tak semenarik cerita-cerita novel fiksi, tidak sehebat naskah film-film yang masuk kategori Box Office pula. Aku sengaja menuliskan cerita ini supaya kelak ketika usiaku telah senja, aku dapat menapaki kembali perjalanan hidupku, agar aku dapat mengenang setiap langkahku hingga bisa sampai ke titik yang saat ini kujalani: menerima dan memperjuangkan.

?

Selamat menikmati tulisanku yang sederhana.

?

  • view 86