Sabarlah Diriku

indry woro
Karya indry woro Kategori Renungan
dipublikasikan 04 September 2016
Sabarlah Diriku

Malam terlalu malam, sekali lagi mata masih terjaga dengan sejuta pertanyaan.

Apakah kau tahu, siapa sebenarnya dirimu..?

sebentar saja, coba perdalam pertanyaan tadi.

ketika kau menatap tinggi ke langit biru gelap dihiasi jutaan bintang, saat kau gantungkan semua impianmu.

berubah sesuai vase umurmu di dunia, awalnya ingin menjadi dokter, kemudian seniman dan sampai akhirnya kau ingin menjadi seorang guru.

tidak ada yang salah atas apa yang kita inginkan, tapi tebak....! Apakah kehidupan ini hanya sebatas keinginan saja? sementara kehidupan banyak menawarkan segalanya. kesempatan yang hadir disetiap detiknya, bahkan saat ini juga  kau bisa memilih kegagalan atau keberhasilan. Hidup ini akan terus berputar tanpa peduli mereka yang lemah.

Bicara soal hidup, Kehidupan ini sangat unik. Saat kau tersenyum dengan segala biasnya. semakin kau berlari kedepan semakin besar badai menerjang. Tak heran Diri terjatuh  hingga pelik dan hampa akan keberhasilan membuatmu lelah akan inginmu.

manusia memang unik, Makhluk sempurna yang di beri akal oleh Allah untuk digunakan dengan sebaik-baiknya.  Berfikir cemerlang dan melesat. Manusia dengan segala kekurangan dan kelebihan terkadang lupa akan satu hal yaitu bersyukur...

Melihat Rumput tetangga lebih hijau, diri ingin.. Melihat mawar merah begitu indah tertarik, memetik bunga edelways dan menari-nari dengan bunga itu seolah tak berdosa. itulah keegoisan diri yang lupa akan jati diri.

Sebenarnya ada banyak hal yang kita bisa kembangkan agar lebih berkesan. Hidup ini sederhana hanya saja gaya manusia itu sendiri yang justru mahal, itu sebabnya Allah memberi kita otak agar dapat berfikir dengan bijak, dua telinga dengan satu mulut karna Allah lebih suka kita banyak mendengar ketimbang bicara tak guna maka sebaiknya diam daripada bicara tidak baik. Diam jugalah senjata yang paling membuatku takut saat Ibunda melarangku bagiku Ibunda akan diam juka kata-katanya sudah tak di degar.  Manusia lebih suka kesenangan dan terkadang lupa bersyukur padahal itulah kunci bahagia.

Ada orang yang bersyukur dalam semua kekurangannya ada juga sebaliknya. Diri lebih cepat memandang kesalahan orang ketimbang kebikannya. Banyak hal yang terlewatkan demi mengejar kesenangan sementara dan mengorbankan kebahagiaan.

Orang berani menghardik seseorang karena tidak sesuai dengan ekspektasinya, orang ada yang bermuka dua, ada orang baik yang selalu berjuang melawan getirnya hidup, bahkan mencari sesuap nasi seorang diri, ada pula sebaliknya hidup enak tapi lupa bersyukur.

semua itu adalah penyakit HATI. Hati adalah pemerintah diri, jika dia terluka makan kepribadian kita akan setengah alias tidak total. Percayalah Allah tempat sebaik-baiknya tempat dari pada kau menghardik masa lalu. semua sudah ada batasannya. Allah tidak akan memberi hambatan yang melampai batasmu.

Semangat sajaalah dan bicaralah saat malam hari dimana tidak ada orang lain hanya kamu Allah dan dia..

Sabarlah diriku, kau mampu menjalani semua..

 

 

  • view 392