Ayah

Winda Widiana
Karya Winda Widiana Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Mei 2016
Ayah

Ayah …

Di benakmu, kami; anak-anakmu bersandar

Mengharap penghidupan atas hasil jerih payahmu

yang tiada pernah engkau mengabaikan kami sedikitpun jua.

Engkau menukarkan pikiran, waktu dan tenagamu dengan hitungan rupiah

agar bisa menghidupi kami.

Engkau bisa terlihat kuat di luaran ketika mengumpulkan remah penghasilan

Padahal kami semua sadar, betapa lelah dirimu melewati tiap waktunya.

Aku yang kala itu masih bocah ingusan, dan sedang asyik bermain dengan duniaku

Pun bisa melihat peluh keringat yang mengucur di keningmu namun cepat kau keringkan

karena cemas aku melihatmu kelelahan.

Tabiatmu memanglah keras, ayah …

Hanya saja hal itu tak pernah kau tunjukkan pada kami sebagai anak-anakmu.

Sikapmu justru sebaliknya yang kami lihat, seorang ayah yang penuh akan kelembutan

Ikhlas membagi rata kasih sayangmu kepada anak-anaknya.

Kau bukanlah seorang malaikat, namun kau menyerupai malaikat di tengah-tengah keluarga kami.

Bagi kami; anak-anakmu

Juga bagi seorang ibu kami.