Bagaimana Jika Istrimu Nanti Tak Sesempurna yang Kau Bayangkan?

Astri Laksita Wikaningtyas
Karya Astri Laksita Wikaningtyas Kategori Renungan
dipublikasikan 16 September 2016
Bagaimana Jika Istrimu Nanti Tak Sesempurna yang Kau Bayangkan?

Tentunya tak dapat dipungkiri, sesuai kodratnya lelaki pasti memilih wanita yang baik fisik maupun nonfisik. Apalagi jika konteksnya untuk dijadikan pendamping, sehidup sesurga.

Kalau diputar balik, wanita mana sih yang ingin terlihat buruk di mata suaminya? Tentu mustahil adanya.

 

Namun, apa yang hendak kau perbuat jika kehidupanmu tak semulus yang kau idamkan?

 

Bagaimana jika ternyata istrimu memiliki suatu penyakit? Penyakit itu mungkin memang bisa ia sembunyikan ketika belum berstatuskan suami istri. Tapi, pasangan suami istri tak bisa terus bermain petak umpet. Semua akan terbuka nyata pada saatnya.

Kemudian, apa yang akan kamu pikirkan jika istrimu tak berpenampilan fisik seindah yang kau bayangkan? Seorang istri pasti akan berusaha tampil indah, namun tak semua yang ia usahakan akan dinilai perfect olehmu bukan?

Lalu apa yang hendak kau usahakan jika istrimu tak pandai memasak pun bersih-bersih rumah? Seorang istri tak tinggal diam tentunya. Ia pasti akan mencoba belajar memasak, namun hasilnya tak selalu enak di lidahmu. Kau caci dia.

Lebih jauh lagi, apa yang akan kamu lakukan jika istrimu tak kunjung mengandung anak kalian? Buah hati yang tak hanya kau tunggu, tentu saja juga dinanti keluarga besar.

 

Kembali lagi pada kemauan kuat yang ada pada seorang istri, tentu ia akan mengusahakan yang terbaik untuk suami tercintanya. Namun jika memang semua ketidaksempurnaan itu telah terjadi, ruangan sebesar apa yang telah kau siapkan di dalam hatimu?

Kecewa? Sedih? Semua tak dapat kau elakkan. Tapi apakah kamu pernah berpikir bahwa istrimu justru lebih kecewa dan sedih darimu?

Namun dia tak tahu apa yang sebaiknya dia lakukan. Dia diam, namun sesungguhnya ia menangis keras. Di dalam hati. Lalu apa? Dukunganmu lah sebagai seorang suami yang akan menguatkannya.

 

Cintamu lah yang akan membangkitkan semangatnya untuk melawan penyakitnya.

Tatapan sayang darimu lah yang akan membuatnya merasa menjadi wanita paling cantik setidaknya di dalam pandanganmu, terlebih jika di dunia.

Perhatian yang kau hadirkan lah yang akan menggantikan lezatnya semangkuk sup di meja makan.

Sikap romantismu yang akan menjadikannya hangat dan berbahagia sebagaimana hangatnya kehadiran buah hati di rumah mungil kalian.

 

Mampukah kau seorang suami melakukan itu semua dalam mewujudkan hadirnya kesempurnaan yang kau inginkan?

Kau lah yang akan menciptakan kesempurnaan itu, sesempurna kau memperlakukannya selayaknya seorang istri. Kau akan melihatnya selalu tersenyum manis, dia dan kamu pun akan berbahagia bersama.

 

Kuasa Tuhan lebih dari segalanya. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Kita tentu tak pernah meminta untuk diberi kekurangan, sakit, dan penderitaan lainnya. Namun Tuhan yakin bahwa semua itu adalah proses penempaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Proses pemaknaan kehidupan.

 

Cintai dan sayangilah istrimu selalu, bagaimanapun keadaannya nanti :)

 

 

Jakarta, 16 September 2016 - Wikaningtyas

Sumber gambar

  • view 323