Anak Kolong Langit, Pendopo, dan Pendidikan

Astri Laksita Wikaningtyas
Karya Astri Laksita Wikaningtyas Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 02 Mei 2016
Anak Kolong Langit, Pendopo, dan Pendidikan

Kami berjalan menyusuri jalanan kecil. Dikelilingi rumah-rumah elite. Wow. Pasti penghuninya merasa sangat bahagia. Tiba-tiba, langkah kita terhenti. Termenung. Kemudian saling bertukar pandang.

 

Di belakang jajaran rumah mewah. Terkungkung gedung-gedung tinggi bak labirin. Tersilaukan cahaya jalan raya. Terpapar suara knalpot dan klakson kendaraan bermotor. Tak ada yang menyangka. Bilik-bilik anyaman bambu berdiri di antaranya. Tampak tak kuat menopang terpaan angin dan hujan. Namun makhluk-makhluk kecil di sana terus mempertahankannya hanya sekedar agar mereka bisa tidur. Mungkin tak nyenyak. Pun dingin dibelai angin malam. Tapi, pernahkah kau mendengarkan keluhan mereka? Kurasa tidak. Atau memang tak ada yang peduli. Semua sibuk dengan urusan duniawinya masing-masing.

 

Rumah gedongan yang berdiri kokoh. Halaman yang luas. Indah. Bersih, tanpa sampah. Lalu, kemanakah sampah-sampah keseharian kalian? Mungkin kalian acuh akannya. Coba sesekali kau tengok pada kubikal kecil yang mungkin memang hanya menjadi bayangan di mata. Mungkin juga kau menganggapnya tak ada. Bahkan mungkin kau akan mematikan indra penciumanmu ketika kau melewatinya. Tak pernah kah kau sadari, di sanalah sampah-sampah rumahmu terkumpul? Sampah-sampahmu lah harapan hidup mereka. Mengais tong hari demi hari, hanya agar mereka mampu melahap nasi, barang sesuap. Demi keinginan mereka untuk mampu membuka-buka jendela dunia. Agar mereka mampu tidur dengan nyaman. Menyambung hidup. Sederhana bukan? Tapi mengapa tak ada yang peduli?

 

Bersama anak-anak kolong langit lah kebersihan rumah mewahmu terjamin. Dan justru berbalik, rumah merekalah yang terpenuhi sampah-sampah gedongan. Namun mereka rela.

 

Turunlah. Rasakan kakimu menyentuh tanah basah di dalam bangunan-bangunan kecil itu. Duduklah. Nikmatilah angin yang menerpa. Berilah senyum pada setiap penghuninya. Ajaklah anak-anak kecil di sana untuk bergurau. Dan perkenalkanlah mereka dengan ilmu pengetahuan. Karena, mereka tetaplah masa depan Bangsa Indonesia. Bagaimana pun itu.

 

Lihatlah semangat belajar mereka. Semangat hidup mereka. Masihkah ada alasan bagi kita untuk mengeluh?

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar Rahmaan: 13)

 

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

 

 

Wikaningtyas | Jakarta, 2 Mei 2016

Picture: diambil langsung dari pendopo belajar anak-anak pemulung di daerah Pasar Minggu, Jakarta. #saungelmu