Cinta, tapi Beda Agama. Solusinya?

Cinta, tapi Beda Agama. Solusinya?

Wijatnika Ika
Karya Wijatnika Ika Kategori Motivasi
dipublikasikan 16 Maret 2016
Cinta, tapi Beda Agama. Solusinya?

Manusia nggak bisa dipaksa buat jatuh cinta. Kadangkala, cinta datang begitu saja. Tiba-tiba seseorang masuk dalam kehidupan kita tanpa disangka-sangka dan menyita nyaris seluruh perhatian. Senyumnya terbayang-bayang sampai melihat tembok pun kita melihat wajahnya. Kita merindukan suaranya dan pertemuan sekali dua kali nggak pernah cukup. Kita bahkan ingin memiliki orang itu dan menghabiskan sisa waktu untuk tumbuh dan menua bersamanya.

Karena cinta itu memang nggak disangka-sangka datangnya, kita bahkan bisa jatuh cinta pada seseorang yang harus kita lepaskan saat itu juga. Kecuali ada pilihan lain. Misalnya kita mencintai seseorang yang berbeda agama dengan kita. Sebagian dari kita mungkin akan bingung menentukan pilihan antara iman dan cinta, terlebih jika dia yang kita cintai memiliki karakter yang pas dengan selera kita. Bayangkan, sudah susah payah menemukan seseorang yang pas dihati dan ketika ketemu ternyata berbeda keyakinan.

Lalu bagaimana menyikapi hal ini?

Pertama, mengalah alias pindah agama sesuai yang dianut kepercayaan si dia. Yakin pindah agama hanya karena ingin menikahi seseorang yang kita cintai? Banyak memang rumah tangga yang dibangun oleh dua fondasi iman ini. Ada yang awet ada juga yang kemudian bercerai.

Kedua, tinggalkan sedari awal. Perbedaan suku, bangsa, bahasa atau hal-hal remeh seperti pekerjaan dan hobi bisa diselesaikan dengan relaif mudah. Tapi perbedaan agama membuat banyak pasangan bimbang. Cara yang terbaik adalah tinggalkan cinta itu sedari awal untuk menghindari keterpurukan akibat patah hati. Bagaimanapun bagi seseorang iman nggak bisa diintervensi dengan kedatangan seseorang yang membawa cinta. Jangan pindah agama karena pernikahan. Sebab cinta toh bisa luntur seiring waktu.

Ketiga, kalau sudah tahu beda agama, mending berteman aja. Ini jalan paling aman. Kita bisa berteman dengan siapa saja dengan latar belakang apa saja termasuk agama.

Aku pernah mengalami hal ini dan bertemu dengan seseorang yang kepribadiannya sesuai dengan yang kucari. Ideal. Tapi kemudian, setelah kami bicara dari hati ke hati, karena masing-masing menawarkan pindah negara dan pindah agama, aku memilih untuk melepaskannya. Setelah sekian tahun kami kini berteman meski lumayan canggung. Tapi begitulah hidup, kita harus memilih yang terbaik yang sanggup kita jalani dengan senang hati.

Salam cinta!

  • view 722

  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    2 tahun yang lalu.
    Setuju mbak. Mending tinggalin aja. Capek hati. Saya mengalami hal yg serupa meskipun tidak secara langsung. Jadi ini tentang teman saya (perempuan) yg kuliah di Jepang terus pacaran sama orang Jepang. Jadilah mereka mesra-mesraan selama setahun lebih. Sekarang pas udah kelar kuliah dan balik ke Indonesia, LDR-an deh tuh bedua. Temen saya bilang dia capek hati dan galau karena dirundung ketidakpastian. Sayanya juga ikut galau. Tiap hari saya berdoa semoga temen saya itu putus sama pacarnya dan jadian sama saya dan Alhamdulillah sampai saat ini belom dikabulkan doanya... (sori curcol wkwk)

    • Lihat 2 Respon