Just be good for no reason

Wijatnika Ika
Karya Wijatnika Ika Kategori Motivasi
dipublikasikan 16 Maret 2016
Just be good for no reason

?

Kita mungkin percaya bahwa dengan menjadi baik kita akan masuk surga. Benarkah?

Sebagian besar dari kita, sejak masih bayi, dididik untuk menjadi baik sebab dengan demikian Tuhan akan sayang dan memberi kita surga. Kita dididik menjadi baik untuk semua alasan baik seperti disayangi orangtua, memiliki masa depan cerah, memiliki banyak teman, sukses, dan kemungkinan besar masuk surga karena disayang Tuhan. Dan sebaliknya kita dilarang menjadi tidak baik karena ketidakbaikan yang akan menyertai seperti kebencian orang-orang, kualat, masa depan suram hingga neraka sebagai murka Tuhan. Karenanya, kini kita menyaksikan generasi yang berbuat baik karena alasan-alasan yang mereka yakini. Menjadi baik karena memang itulah hasrat manusia mungkin tak memiliki tempat. Menjadi baik untuk mendapat timbal balik.

Tetapi jika demikian adanya kita hanya akan melakukan kebaikan jika mampu melihat seperti apa timbal balik kebaikan itu. Kita beribadah karena melihat surga sebagai timbal balik; kita berderma karena melihat kelipatannya sebagai timbal balik; kita menanam pohon karena udara segar dan kenyamanan sebagai timbal balik; kita sekolah tinggi karena pekerjaan bagus sebagai timbal balik; kita bahkan menjadi baik karena berharap jodoh yang baik sebagai timbal balik. Tetapi, benarkah kita membutuhkan alasan-alasan yang baik untuk berbuat baik? mengapa?

Bisakah kita menjadi baik karena pada dasarnya kita ini baik. Sebaik-baik ciptaan Tuhan bagi semesta. Misalnya, kita berderma karena memang mencintai orang yang kita beri derma dan soal pahala biarlah para malaikat yang mencatatnya. Atau bisakah kita menolong teman yang kesulitan tanpa pernah menghitung pertolongan serupa yang akan kita terima dimasa depan.

Bisakah kita menjadi baik tanpa alasan. Hanya karena ingin berbuat baik saja.

Dengan demikian mungkin semesta akan tersenyum.

?

Sumber gambar: www.etsy.com

  • view 129