Frontal? No!

Widya Imrani
Karya Widya Imrani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Agustus 2016
Frontal? No!

Banyak masalah? Ingin mencurahkan keluh kesah di status media sosial? Boleh saja, itu hak asasi tiap-tiap pemilik akun.
Namun, ada baiknya, setelah merangkai kata-kata, sebelum tekan ‘enter/yes’ jangan lupa ubah pengaturan audience menjadi 'only me’.
Aman kan? Apa tujuannya di publik? Apalah arti like dan komentar? Giliran ada yang mengomentari 'sabar ya.’ Malah naik pitam dan nunjuk dengkul, minta solusi malah yang ada basa-basi.
Memendam keluh kesah itu bahaya. Namun mempublikasikannya jauh lebih bahaya. Mengekspresikan tidak harus mempublikasikan, kan?
Jangan mengiaskan tujuan frontal dengan slogan pegadaian: “Menyelesaikan masalah tanpa masalah”. Yang dikhawatirkan seperti slogan ILK: “Menyelesaikan masalah tanpa solusi”. Menyelesaikan masalah? Yakin bisa selesai? Think again!
Ini bukan larangan, Tapi anjuran.
Masalahnya, memang seseorang yang sedang berkeluh kesah, masih sempat mengubah pengaturan 'audience’? Dan yang lebih menjadi masalah lagi, Memang orang yang lagi banyak masalah sempat update status? *mikir keras*
Ingin solusi? Berkeluh kesah pada tempatnya? Bangun saja di sepertiga malam, ambil air wudlu, dirikan tahajud. Jadikan momen tersebut 'quality time’
Sekali lagi, Ini anjuran, bukan larangan.

  • view 215