Pembandingan

Widya Imrani
Karya Widya Imrani Kategori Psikologi
dipublikasikan 29 Mei 2016
Pembandingan

Kata-kata yang tersurat dari kepandaian seseorang dalam berbicara tidak bisa menggambarkan kepribadian yang sesungguhnya. Karena telinga hanya mendengar apa yang mampu didengar. Tidak bisa sepenuhnya menyiratkan apa yang didengar. Pun kata-kata yang tersurat dari kepandaian seseorang dalam menulis, tidak bisa mendeskripsikan kepribadian yang sebenarnya, karena mata hanya melihat apa yang mampu dilihat. Tidak bisa sepenuhnya menyiratkan apa yang dilihat.
Karena kedua panca indera tersebut hanya mampu menyuratkan, tidak sekaligus menyiratkan.

Pun dalam hal menilai kualitas seseorang, seseorang yang pandai berbicara, tidak berarti ia selalu lebih berkualitas daripada yang tidak pandai berbicara -namun mungkin pandai menulis.
Dan seseorang yang pandai menulis, tidak berarti ia selalu lebih berkualitas daripada yang tidak pandai menulis -namun mungkin pandai berbicara. Karena dalam hal ini dibutuhkan penilaian subjektif tanpa perlu membanding-bandingkan.

Pun dalam hal kemampuan bergaul, seseorang yang tidak pandai bergaul atau bersosialisasi, tidak berhak dihakimi sebagai seseorang yang anti sosial, dilansir dari salah satu tulisan Ayah Edy, seseorang yang pandai bersosialisasi memang Tuhan persiapkan untuk profesi yang sering berhubungan dengan orang banyak, dimana membutuhkan keahlian dalam melobi dan memengaruhi orang lain.
Sedangkan seseorang yang kurang pandai bersosialisasi memang dipersiapkan Tuhan untuk berprofesi yang menghasilkan sain atau seni, dimana membutuhkan waktu banyak untuk menyendiri.
Jadi, tidak perlu menilai seseorang dengan pembandingan, kan. Toh, siapa pula manusia yang suka dibanding-bandingkan?

Dilihat 52