Bapak-Bapak Jaman Now

Bapak-Bapak Jaman Now

Wid
Karya Wid  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Januari 2018
Bapak-Bapak Jaman Now

Bagaimana memposisikan diri ini sebagai laki-laki. Sebagai suami dari istri seorang perempuan, sebagai Ayah dari seorang anak juga sebagai anak dari kedua orang tua. Apakah memang harus seperti ini menjadi seorang laki-laki? Entahlah. Apapun itu, hidup hanya untuk sekedar berpikir rumit dan bertele-tele itu kesuen, gak mbois. Tumbuh dan berkembang, dulu adalah seorang bayi laki-laki yang dalam waktu cukup singkat karena setiap waktu yang sudah berlalu itu memang terasa sangat singkat bukan? kini sudah  menjadi anak-anak dengan senyum dan tawa bebas di usia belia. Tumbuh dan berkembang, telah menjadi seorang laki-laki dewasa yang sudah berkeluarga dengan semua tanggung jawab di pundaknya.

Hidup sebagai seorang suami dan seorang ayah di jaman unik seperti sekarang ini dimana akses internet menjadi lalapan setiap hari. Sedang jauh sebelum waktu sekarang, orang tua kita tidak atau belum mengenal perkembangan teknologi yang tentu tidak mereka duga akan sampai pada anak-anak mereka di masa mendatang. Terlebih era sosial media yang tidak bisa di pungkiri menggaet semua generasi sekarang ini, termasuk saya sebagai bapak-bapak jaman now ini. Kesibukan dunia maya sebatas hura-hura, seperti ini saya menangkapnya. Selebihnya sebagian orang memang hidup atau bekerja di dunia maya entah jual beli online dan sebagainya.

Apakah kita akan sibuk dengan ponsel kita dan pura-pura tuli saat kumpul bersama keluarga. Apakah juga tidak akan peduli ketika seorang istri sibuk mengurus anak sambil memasak di dapur, memasak untuk suami. Apakah juga tidak akan peduli ketika seorang anak rindu mengobrol atau di sapa seorang anak. Saat seorang anak memanggil, kita hanya menjawab heehhh... sebentar, terus saja dengan jawaban sepotong-sepotong sampai anak tertidur pulas. Sekejam inikah jaman now?

Bapak-bapak jaman now. Hidup yang kadang lelah dan aneh ini, ternyata menjadi manusia dewasa itu sulit. Ingat bukan, saat berandai-andai ingin lekas besar dan saat besar nanti aku akan menjadi apa? Manusiawi. Saat semua tak berjalan mulus dan terlalu banyak minus, menyerah. Kita tak sepayah itu!

Sebagai bapak-bapak jaman now, mungkin mau sedikit belajar soal bumbu-bumbu dapur agar bisa memasak, bersih-bersih peralatan dapur dengan noda minyak yang membandel saya rasa bukan pilihan yang salah. Ini akan cukup membantu saat Urgent, istri sedang pergi atau sakit mungkin? Seenggaknya bisa mengcover. Yang perlu di garis bawahi, meski melakukan pekerjaan yang biasa di kerjakan seorang  perempuan yaitu istri, kitanya jangan sampai Ngondek. Fatal!

Selain ada bapak-bapak jaman now tidak ketinggalan ada kids jaman now yang you knowlah tingkah polahnya ampun dijehhhh. Tawuran, mesra-mesraan dengan lawan jenis, dan semua hal negatif yang sudah melekat pada sebutan “Kids jaman now”, meski ada kids jaman now yang berprestasi dan membanggakan. Sayangnya yang terblow up adalah hal negatifnya, di sini sangat terasa berpengaruh cepatnya akses inernet. Ini yang saya khawatirkan, bagaimana anak saya nanti saat tumbuh dan mulai mengenal dunia luar era sekarang. Semua orang tua pasti berharap yang terbaik untuk anaknya dan segala kebaikan selalu menyertainya. Kehidupan luar, berteman dengan siapa saja, dengan karakter teman yang bagaimana semua tidak bisa kita pantau.

Tidak mudahnya menjadi seorang ayah. Berlaku adil membagi waktu untuk anak dan istri juga untuk orang tua. Tidak serta merta sebuah pernikahan di jadikan sebagai alat pemisah hubungan seorang anak dengan orang tuanya. Ini menyedihkan, saat semuanya kecewa kepada kita. Saat kita terlalu sibuk dan menganak tirikan orang tua, semoga ini tidak terjadi kepada semua Ayah semua anak di dunia ini. Kita akan terus tumbuh dan belajar banyak dari semua hal. Meski jauh dari kata sempurna, anda atau saya sendiri akan belajar menjadi seorang ayah yang baik.

Salam baik

Jogjakarta 11 Januari 2018

  • view 179