Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Wibi Alwi Surya Kuncoro
Karya Wibi Alwi Surya Kuncoro Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 03 Agustus 2017
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)-Di Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah sering disingkat (UMKM), UMKM saat ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. Dari statistik dan riset yang dilakukan, UMKM mewakili jumlah kelompok usaha terbesar. UMKM telah diatur secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

UMKM merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa.

Mengelola Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Empat aspek yang perlu diperhatikan dalam mengelola UMKM, yaitu:

  1. Aspek Pengelolaan Keuangan
  2. Aspek Pengelolaan SDM
  3. Aspek Pengelolaan Operasional
  4. Aspek Pengelolaan Pemasaran
Pengelolaan Keuangan

  • Masalah permodalan Pelatihan Manajemen Untuk UMKM menjadi masalah yang patut diperhatikan bagi UMKM. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu solusi atas masalah permodalan yang dihadapi UMKM.
  • UMKM yang baik harus dapat menerapkan pengelolaan keuangan dengan baik dan disiplin.
  • Dapat memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha
  • UMKM yang tidak memiliki pengelolaan keuangan yang baik akan mengakibatkan beberapa masalah pembayaran kredit yang disebut kredit macet pada bank pemberi KUR / Lembaga-lembaga lainnya.
Pengelolaan SDM

  • Pengelolaan SDM untuk UMKM biasanya tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga kerja dan dengan sistem perekrutan yang cukup sederhana.
  • Namun tetap dibutuhkan keterampilan yang memadai guna mendukung sistem operasional dan untuk itu diperlukan beberapa pelatihan kecil. Jumlah Tenaga Kerja
  • Usaha Mikro : 1-4 orang • Usaha Kecil : 5-19 orang
  • Usaha Menengah : 20-99 orang
Pengelolaan Operasional

  • Mikro : Pengelolaan manajemennya hanya ditangani sendiri dengan teknik sederhana. Usaha mikro tergolong ke dalam usaha produksi rumah tangga. Karena pengelolaan operasionalnya di lakukan di dalam rumah.
  • Kecil : Pengelolaan manajemennya juga ditangani secara sederhana namun sedikit lebih kompleks dibanding Mikro. Pengelolaan operasional usaha kecil pada dasarnya hampir sama dengan usaha mikro, namun bedanya terletak pada skalanya yang lebih besar.
  • Menengah : Biasanya sudah mengenal sistem organisasi yang mempermudah pembagian tugas operasional meskipun masih tergolong sederhana. 4. Pengelolaan Pemasaran • Mikro: Dapat melalui penitipan produk di warung-warung yang memperbolehkan penitipan. Biasanya pemasaran seperti ini memakai sistem bagi hasil.
  • Kecil : Sudah melakukan promosi terutama promosi dari mulut ke mulut dan selebaran-selebaran foto copy brosur. • Menengah : Pemasaran sudah lebih kompleks dan terarah. Hampir sama dengan usaha kecil, namun lebih banyak media yang digunakan seperti teknologi, koran, & papan reklame Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa.
Pengelolaan Pemasaran

  • Mikro: Dapat melalui penitipan produk di warung-warung yang memperbolehkan penitipan. Biasanya pemasaran seperti ini memakai sistem bagi hasil.
  • Kecil : Sudah melakukan promosi terutama promosi dari mulut ke mulut dan selebaran-selebaran foto copy brosur.
  • Menengah : Pemasaran sudah lebih kompleks dan terarah. Hampir sama dengan usaha kecil, namun lebih banyak media yang digunakan seperti teknologi, koran, & papan reklame.
Pembinaan dan pengembangan terhadap Dunia Industri Kecil dilakukan oleh pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat baik secara sendiri-sendiri maupun dengan bersama-sama dan dilakukan secara terarah dan terpadu, secara berkesinambungan untuk mewujudkan Usaha kecil yang tangguh dan mandiri, serta dapat berkembang, menjadi usaha menengah atau usaha besar.Lihat Kompas, Senin 26 November 2007 “.

Pembinaan dan pengembangan Pendampingan UMKM: Tantangan, Masalah dan Solusi kepada Dunia Industri Kecil atau Usaha Kecil dilaksanakan dengan memperhatikan klasifikasi dan tingkat perkembangan dari Dunia Industri Kecil atau Usaha Kecil. Pemerintah telah pula mengeluarkan Paket Kebijakan baru yang tertuang dalam Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2007 yang antara lain menyatakan bahwa Pemerintah akan memperkuat sistem penjaminan kredit bagi Usaha Mikro Kecil menengah, di antaranya mempercepat penerbitan Sertifikat Tanah bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

  • view 790