Impian Seorang Gadis

wardina novia
Karya wardina novia Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Januari 2016
Impian Seorang Gadis

Suatu hari nanti, aku sedang menunggu ketukan pintu.

Tok.. tok.. tok..

"Assalamualaikum", katanya.

Suara yang berhasil membuat aku selalu merindukannya.

Dia, laki-laki yang sederhana dengan kata tapi selalu menunjukkan cintanya dengan caranya.

Dia, yang berhasil memintaku baik-baik dari ayahku.

Dia, laki-laki yang bersedia meminjamkan telingganya untuk aku yang senang berceloteh.

Tanpa perlu lagi aku merasa malu, takut bahkan sedih untuk menceritakan semua rahasiaku.

Pasti dia berjiwa besar ya. Hihi

Dengannya, aku tak perlu lagi takut pergi ke bioskop, berboncengan atau sekedar makan dipinggir jalan.

Ada tangan yang siap aku genggam dan menggenggamku dengan eratnya.

Dengannya, aku selalu berusaha menciptakan aneka hidangan di meja makannya.

Meskipun, seringkali rasanya mungkin aneh, keasinan, atau mungkin gosong.

Dengannya, aku diberi kebebasan mendekor rumah.?

Sudah menjadi bagianku untuk membuatnya nyaman dirumah.

Dengannya, ada alasan tawaku selalu ada diwajahku.

Meskipun lawakannya mungkin terdengar garing.

Dia mampu menciptakan bahagiaku, dengan caranya.

Bahkan dari matanya yang selalu teduh untuk kupandang.

Dia mau menerima ke apa adanya dan ada apanya, masa lalunya diriku.

Dia ikhlas.

Dia ikhlas mencintaiku.

Itu saja sudah cukup.

Ikhlas.

?

(Situraja, 31 Agustus 2015)

  • view 121