Sudahlah

wardatul jannah
Karya wardatul jannah Kategori Renungan
dipublikasikan 23 Oktober 2016
Sudahlah

Sudahlah, aku tak kan terlalu berharap lagi padamu. Takdir ini belum jelas, bagai kubangan yang tak jua berhenti, aku menanti, menanti suatu yang tak pasti. Bertahan mempertaruhkan segala kemungkinan yang akan hadir merubah suratan.

Sudahlah, Aku tak perlu memberatkan kehadiranmu lagi, bukankah rasa itu tak seindah dulu? bukankah rasa itu tak sepenting dulu?

Sudahlah, aku tak perlu menantikan waktu untuk berkomunikasi denganmu, biarlah perhatianku tersita oleh duniaku yang lain, dunia bebas tanpa sentuhan siapapun.

Apakah kau anggap aku setenang itu? Untaian do’a tetap terpatri, namun ada apa denganmu?

Sudahlah, aku hanya meminta waktumu sejenak, saat waktu luang masih datang menyuguhkan kebersamaan untukmu.

Sudahlah, aku hanya menanti, sebuah jawaban dipenghujung hari yang pasti, waktu usia berada dibatasnya, dan tak jua ada kejelasan. Aku siap dengan segala kemungkinannya, mungkin selama ini luluhnya hati karena selalu menoleransi, karena rasa khawatir akan keadaan yang tak lebih baik dari saat ini. Aku terlalu takut mencoba.

tapi, tidak lagi untuk saat ini, bila kau pergi, pergilah, aku akan tetap menjalani hidupku dengan baik-baik saja seperti kala itu, tanpa tangis. 

Lebih baik kita dalami saja kehidupan ini dengan rasa syukur dan lebih menghargai kebersamaan.

 

 

 

Dilihat 141