Indonesia Darurat Megalomania

Fyan Walnuttree
Karya Fyan Walnuttree Kategori Politik
dipublikasikan 08 Agustus 2016
Indonesia Darurat Megalomania

 
 
Megalomania ? Wah jadi ingat serial Tv SuperHero asal Jepang bernama Megaloman :) Anak2 jaman skarang sih mana tau si jagoan rambut api ini, maklum serial ini ngetop di era 80an dulu. Tapi guys, bukan ini maksud gue ngomogin tentang Megalomania ! kalo diliat dari kata Megalomania artinya bukan Fans berat si jagoan Megaloman :D tapi istilah psikologi yang menandakan seorang yang gila akan kekuasaan, seorang yang hanya memikirkan dan memperjuangkan diri sendiri ato kelompok. Jika diartikan terpisah maka jadinya sperti ini guys :
 
"Megaloman adalah Sang Jagoan Pembela Rakyat"
 
"Megalomania adalah si Sok Jagoan yang mengatasnamakan Rakyat"
 
Sering liat sendiri kan guys, bagaimana seorang yang didukung oleh sekelompok orang yang teriak2 membela rakyat ! Biasanya sih pas kalo ada Pesta Demokrasi sperti Pilpres ato Pilkada. Dengan gagahnya orang ini slalu tampil hebat dengan janji2 program yang ditujukan untuk kepentingan rakyat. Ujung2nya nih, kalo sukses jadi orang nomor satu di negara ato jadi orang nomor satu di daerah, apa yang lebih dulu diperhatiin ? Tau sendiri kaaan ? Bukan rakyat yang jadi proritas utama sperti janjinya saat kampanye, tapi ngurusin bagi2 kursi kekuasaan dulu sesuai dengan kesepakatan dengan kelompok orang yang mendukungnya. Yaa bisa dikatakan Rakyat itu urusan belakangan (nomor 5), brikut tingkatannya :
 
  1. Bagi2 Kursi Kekuasaan (buat kelompok pendukung/organisasi/partai).
  2. Depak sana Depak sini (orang2 yang tidak mendukung/berbeda pandangan politik, satu per satu dilengserkan dan diganti).
  3. Membuat aturan/kebijakan yang intinya bagaimana Kekuasaan bisa dipertahankan.
  4. Perkaya Citra/Popularitas.
  5. Nah ini yang terakhir, baru deh berkoar2 demi Rakyat !.
5 hal diatas sbenarnya udah jadi *Rahasia Umum ! kasarnya : "Gue bisa apa ? Loe bisa apa" paling hanya bisa nyesel doank *kenapa gue coblos jidat orang ini pas di kotak suara dulu haha... Tapi guys bukan maksud gue nyaranin gak usah jadi warga negara yang saat Pesta Demokrasi ! Lebih tepat lagi adalah
 
Jangan memilih pemimpin berdasarkan Hati Nurani !
 
Hati Nurani itu kadang juga sering salah guys, cobain deh perhatikan ilustrasi ini : "gue kasihan dengan pengemis ini. Wajahnya lugu seperti tak berdosa, bajunya sederhana dan kotor, ngomongnya sopan. Gue kasi duit aja deh Ceban". (Eee gak taunya si Pengemis punya rumah mewah di kampung, punya duit tabungan ratusan juta di Bank haha)
Jika berhadapan dengan siapa yang akan dipilih : "wah kasian juga si Otong (sosok calon pemimpin), orangnya slalu dijelek2in sama kampenya Hitam, sederhana, suka naik bajaj pas kampanye, suka loncat pagar blusukan, gak modis pake kacamata hitam, bukan orang kaya (gak punya pesawat pribadi/helikopter). Gue dukung aja deh, kasian". (Eee gak taunya ketauan naik pesawat pribadi milik bos salah satu Tv swasta, punya Perusahaan, anaknya skolah di luar negeri haha).
Jadi gak slalu nomor satu harus pake Hati Nurani guys ! Pelajari dulu lebih jauh tentang siapa sosok calon pemimpin ini, stelah itu silahkan ambil keputusan tepat.
 
Ilustrasi penguasa megalomania
 
Megalomania (Megalomaniac) seBesar dan sePopuler Adolf Hitler memang gak bakalan kita temui di negeri ini. Tapi Megalomania kecil yang merasa diri paling hebat, paling pantas, paling nomor satu justru menjamur diseluruh pelosok negeri, pengguna sosmed yang over narsis merasa diri paling cantik/cakeup seFacebook, manager perusahaan belagu yang merasa diri paling bener dan berkuasa, dan pemimpin2 negeri ini yang hanya disibukkan dengan strategi mempertahankan kekuasaan demi kepentingan pribadi/golongan/partai. Sikut sana, sikut sini, fitnah sana fitnah sini, lempar sana, lempar sini, hajar sana hajar sini demi kekuasaan, jadi tontonan Rakyat tiap hari.
 
Kalo liat fakta ini, seharusnya pake *Darurat apa nih guys ? Darurat Narkoba ??? hahaha mau nembak mati bandar narkoba dalam negeri pun ujung2 tetap aja lahir seratus bandar pengganti. Sementara bandar kelas kakap selalu lolos alias kagak ada yang berani ngejar sampai ke negeri China :D lah kok nyampe ke China ? Ember guys... kan bandar kakapnya banyakan dari Negeri China :D. Darurat Mental (Revolusi Mental) ??? emank ada gitu programnya ? Jangan hanya jadi sebatas Jargon Kampanye Kosong ! Trus apa orang2 dibalik pencetus ide ini mentalnya udah sempurna ? hahaha Kaum Megalomaniac emank jagoan kalo urusan ginian. "Bukan Urusan Gue, yang penting gue dan kelompok pendukung gue tetap jadi rezim penguasa di negeri Kaya Raya ini"
 
Darurat Megalomaniac ! Ini yang lebih pantas bagimu Negeri.


 
Guys... biar gak tegang baca kata hati gue diatas, video musik ini moga aja jadi hiburan skaligus nambah wawasan tentang Megalomania :) enjoy

Incubus - Megalomaniac

 
Hey megalomaniac !
 
You're no Jesus
 
Yeah, you're no ***king Elvis
 
You're no answer


 
 
Google Search Megalomania

  • view 343