Pesan Sang Badut

walker
Karya walker  Kategori Lainnya
dipublikasikan 20 Oktober 2017
Pesan Sang Badut

Badut adalah seorang penghibur yang memoles wajahnya dengan bedak tebal dan berpakaian aneh, serta fasih memperagakan mimik-mimik lucu. Profesi badut sebenarnya cukup tua. Konon, sejak zaman Yunani kuno dan Romawi kuno. Berprofesi sebagai penghibur tak semua anak-anak menyukainya ada segelintir yang takut jika melihat sang Badut. Satu dari segelintir dari anak-anak tersebut bercerita kepadaku sebut saja si Gadis Kecil.

Keping I

“Aku adalah bagian dari segelintir anak-anak yang takut melihat badut. Suatu ketika aku merasakan hatiku tersayat-sayat, dadaku sesak, dan aku merasakan seluruh isi otakku melebur menjadi partikel-partikel kecil. Dari kejauhan aku melihat seorang nenek tua menyusuri jalan. Hatiku berkata kemana nenek ini akan pergi hari sudah menjelang Magrib. Langkahnya terseret berat seolah ia sedang memikul beban yang sungguh berat.

Keping II

Kendaraan kami melaju. Dan aku melewatinya. Dengan mengenakan kostum lengkap karakter monyet dan sepotong kayu yang bertempel tutup botol dari besi dia menggoyangkannya. Ya kalian seharusnnya tau dia adalah Sang Badut. Dia orang yang aku sebut nenek dengan langkah yang diseret. Aku bisa mendengar suara musik dari sepotonng kayu di tangannya. Ku dengar pilu.

Keping III

Sang Badut mengapa ada Sang Badut dengan langkah yang diseret? Aku menatapnya hingga laju kendaraan mengaburkan tatapanku. Sang Badut hilang dari pandanganku. Dan aku tersadar seumur hidupku baru kali ini aku menatap Sang Badut hingga dia mengilang dari tatapanku.
Keping IV

Ialah Sang Badut yang menyembunyikan senyum palsu dibalik kostum monyetnya. Yang menukar letihnya dengan senyum anak-anak. Bahkan waktupun tak terasa getir dalam hidupnya. Bagaimana bisa terasa getir sedang ia meyakini esok kan lebih indah, esok dunia telah berubah, esok hidupnya akan lebih bahagia. Semuanya bisa terlihat dari setiap langkah kakinya.

Keping V

Aku kini mengerti hidup ini teralu keras untuk di tangisi. Sekencang apa kamu menangis orang lain tak akan mendengar. Hidup ini untuk dinikmati apa pun itu. Hidup ini tentang seberaoa ridhonya kita akan ketentuan Sang Pencipta dan yang berbanding lurus dengan kebahagiaan yang kita dapat. Semakin ridho semakin bahagia. Ini bukan tentang Sang Badut. Ini tentang Gadis Kecil yang belum mampu menemukan kebahagiaannya sendiri. Yang masih terpenjara dalam kejengahan tak berujung dalam rasa yang tak pernah pasti. Terombang-ambing dalam gundah hatinya sendiri. Yang ia mulai meniti dengan harapan barangkali ia menemukan keping bahagianya dalam perjalanannya yang singkat.

Gadis Kecil itu aku.

  • view 18