Merancau

walker
Karya walker  Kategori Lainnya
dipublikasikan 11 Agustus 2017
Merancau

Purnama malam ini, dan bintang turut hadir. Entah tak seperti biasanya. Duduk ku depan teras berteman nyamuk, namun aku nyaman. Di sini aku sungguh sangat merasa bersalah. Manusia paling bodoh. Keadaan paling aku benci. Aku mencaci. Siapa yang salah? Aku sendiri. Aku malu sungguh malu. Entah apa yang akan aku katakan lagi padaNya

Aku ini berjalan sendirian mencari arah yang di mana aku tak ingin tersesat. Aku sepi dan kamu jahat. Apa yang sebenarnya kamu mau? Aku benci kamu mengatakan ini. Membiarkan aku tidur dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak terselesaikan. Membiarkan aku tidur dengan pencarian apa arti semua ini.

Jakarta,

Aku ingin melepas, namun ikatan itu semakin erat. Menjerat leher hingga aku payah tuk bernapas.  Pernah kan aku berkata pertanyaan-pertanyaanmu bagaikan tali yang mengikat leherku memutuskan aliran udara menuju otak, hingga aku tak sadar bahwa kamu hanyalah ilusi. Atau kini kau adalah kokain yang menjelma dalam kata-kata, memenuhi alam bawah sadarku dengan halusinasi-halusinasi tak bertuan membuatku sakau dan membaca kembali mengulang lagi dan lagi dan sakau.

  • view 47