Aksi Pemuda Peduli Pendidikan

Vita Dini
Karya Vita Dini Kategori Aksi
dipublikasikan 28 Februari 2016
Aksi Pemuda Peduli Pendidikan

  • view 283

  • Hastuti Retnowulan
    Hastuti Retnowulan
    1 tahun yang lalu.
    Salah satu bentuk kontribusi nyata untuk negeri yang dapat kita semua lakukan b

  • Vita Dini
    Vita Dini
    1 tahun yang lalu.
    Melihat kondisi pemuda-pemudi Indonesia masa kini yang terjebak hedonisme, menimbulkan rasa miris di hati. Betapa tidak, generasi muda yang mestinya sebagai pengemban tongkat estafet pembangunan, justru lebih senang menghabiskan waktunya di tempat-tempat hiburan, menghamburkan uang untuk hal yang sia-sia. Kontras, di sisi lain pemuda-pemudi di pelosok daerah sulit mengakses layanan pendidikan, kesehatan, hingga nampaknya tak ada kepedulian di antara sesama pemuda untuk bergotong royong membangun bangsa ini. Sementara pemuda-pemudi Indonesia lainnya yang ?di atas sana? malah terlena dengan kekuasaan, sibuk memperkaya diri dan golongan dengan cara-cara ?kotor?, tanpa mau repot-repot memikirkan apakah dari Sabang-Merauke sudah ?tersentuh? pembangunan yang merata atau belum. Maka diperlukan upaya-upaya peningkatan rasa cinta tanah air sebagai dasar pengabdian kepada NKRI. Nasionalisme begitu penting dalam menyelamatkan keutuhan Indonesia di masa mendatang. Orang yang cinta pada tanah airnya, pasti akan melakukan segala daya upaya untuk melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segenap apa yang dimiliki oleh negaranya. Rasa cinta tanah air inilah yang mendorong seseorang membangun negaranya dengan penuh dedikasi.

  • Vita Dini
    Vita Dini
    1 tahun yang lalu.
    Salah satu contoh upaya tersebut melalui keterlibatan dalam acara Festival Gerakan Indonesia Mengajar. Festival GIM adalah sebuah event yang mengajak masyarakat untuk mau melakukan aksi nyata, bekerja secara sukarela selama 1 hari guna mendukung para pejuang pendidikan di pelosok Indonesia sana. Seperti tampak pada foto, relawan FGIM terlihat sibuk menulis sesuatu di secarik kertas. Yang mereka tulis sebenarnya adalah #SuratSemangat, isinya berupa cerita inspiratif, pengalaman positif, dan kobaran semangat dari relawan untuk para pengajar beserta anak didik, agar mereka terus semangat belajar

  • Vita Dini
    Vita Dini
    1 tahun yang lalu.
    Nasionalisme akan tumbuh, jika ditopang oleh harapan. Para relawan FGIM pada dasarnya adalah warga negara biasa. Mereka disatukan oleh harapan yang sama : Indonesia yang lebih baik (khususnya di bidang pendidikan). Tanpa perlu dipaksa, mereka inisiatif meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran. Berbagi pengetahuan, berbagi cerita, berbagi nilai-nilai budaya yang dimiliki bersama. Mereka adalah generasi muda yang bekerja dengan rendah hati demi kemajuan bangsa. Dengan demikian, pernyataan Bung Karno yang berbunyi ?beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia" masih relevan. Paling tidak, ucapan Bung Karno tersebut semacam ?bahan bakar? atau motivasi untuk bangkit membangun negeri, mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Sebab kita tak bisa mencegah bangsa lain lebih maju dari Indonesia, namun kita mampu membuat bangsa ini lebih maju dari mereka, tentunya dengan tekad kuat yang dibarengi dengan usaha bersama segenap bangsa