BLACK CROWN : The White Fox

Gerald Way
Karya Gerald Way Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 30 Januari 2017
BLACK CROWN : The White Fox

Chapter I : Revolusi

 

24 mei 184. Gelap masih melanda di sebagian bumi, namun di depan gerbang bagian barat kota Valfern langit terlihat terang kemerahan.

Kebisuan yang biasanya menjaga mimpi para manusia kini sirna.

 

Ya, malam itu adalah malam yang bersejarah bagi kota valfern yang merencanakan pemberontakan untuk mengambil alih kota dari tangan pimpinan distrik Barl Dagbarst.Sekitar 800 pasukan berjubah besi membentuk formasi dan bersiap meunggu perintah dari pimpinan mereka.

 

Sementara di sebrang mereka berdiri sekitar 200 penduduk kota Valfern yang terdiri dari para petani, peternak, hingga pedagang dipimpin oleh seorang pria dengan jubah besi yang besar. Di tangan kirinya ia membawa sebuah shield (Perisai) besar yang bisa menutupi sebagian tubuhnya, dan tangan kanannya membawa pedang, "Lux Deos." (Cahaya dewa) yang legendaris. pria itu adalah seorang General (Jendral) dari Knight Legion (asosiasi Ksatria yang ada di Kerajaan Farlander) yang bernama Arthof Haberd.

 

sementara itu di sebelah kiri nya berdiri seorang pria berperawakan kurus dengan tinggi yang hampir sama dengan Arthof.Pria itu terlihat seperti bandit dengan menggunakan masker pelindung berwarna abu dari kain yang nampak biasa saja. Jika Arthof memakai baju zirah khusus perang, pria ini justru terlihat sangat santai dengan hanya menggunakan pakaian yang menyerupai jubah dengan panjang yang hampir melewati lututnya, kemudian celana dan sepatu berbahan kulit. Dia adalah Rexxas Diox seorang Advisor ( Penasihat) dari Rogue Legion (asosiasi kriminil yang ada di kerajaan Farlander).

 

Meskipun lebih terlihat seperti seorang bandit, Rexxas merupakan seorang petarung yang sangat disegani di kerajaan Farlander. Gerakan cepat dan tak lazimnya membuat rexxas dengan mudah memenangkan pertarungan. Senjata yang ia andalkan adalah dua bilah pisau yang cukup panjang dan ringan serta racun mematikan berlumur di pisaunya.

 

Barl Dagbarst yang masih kebingungan karena di kiri, kanan, dan dibelakang mereka berkobar api yang seakan ingin melahap mereka segera memanggil kedua bawahannya Grad Beis dan Sheg Hay. Barl kemudian bertanya pada Grad dan Sheg, "Apa yang terjadi disini?"

Grad menjawab, "Para penduduk tuan...Penduduk...mereka...mem...memberontak."

Sheg berkata, "Rogue sialan itu telah merencanakan semuanya dan menipu kita tuan."

Barl yang marah berteriak, "Para pengerat keparat ini akan aku musnahkan bersama dengan kota mereka!".

sambil mengacungkan tombaknya, ia berteriak kepada Rexxas, "REXXAS KEPARAT BERSIAPLAH! AKAN KUKIRIM KAU DAN PARA PENGERAT INI KE NERAKA!", Namun tak sepatah kata pun keluar dari mulut Rexxas dan para penduduk.

 

ketika Barl memerintahkan Sheg mematikan api di sekitar mereka, tanpa disadari Rexxas telah meloncat sangat tinggi dan menerjang formasi tentara Barl yang di ikuti oleh para penduduk pimpinan Arthof seraya meneriakan, "REVOLUSI!". Barl yang mengetahui kemampuan tinggi Rexxas segera memerintahkan Grad menghadapi Rexxas, Sementara ia memacu kudanya ke arah Arthof bersama dengan 400 pasukannya.

 

Di sisi lain Grad membawa 200 pasukan bersamanya, sementara sisanya pasukan yang lain pergi bersama Sheg untuk memadamkan api yang semakin berkobar. Grad yang sudah sangat pasrah ketika diperintahkan untuk melawan Rexxas hanya mampu memperhatikan pasukannya yang kebingungan seperti dibantai oleh bayangan. dalam hatinya ia berkata, "Sial. mengapa si bodoh itu menyuruhku melawan manusia seperti ini?".

 

Setelah berpikir beberapa saat. Akhirnya Grad mendapatkan ide, di dalam hatinya ia berkata, "Baiklah akan kubunuh dia dari belakang ketika dia sedang lengah. hahaha...aku memang jenius!" ia pun tersenyum karena berpikir memiliki sebuah ide yang sangat bagus. Lalu Grad perlahan mulai maju memasuki formasi pasukannya dengan kuda yang ia tunggangi. Ia dengan sabar menanti kesempatan untuk menyerang saat Rexxas sedang lengah, tak lama berselang tiba-tiba Rexxas yang sedari tadi berlari dan meloncat menghancurkan pasukan musuh tak menyadari jika Grad ada di belakangnya, "MATI KAU KEPARAT!", teriak Grad seraya menghunuskan tombak emas nya ke tubuh Rexxas, namun dalam sekejap tubuh yang tertusuk tombak itu menghilang seperti bayangan.

 

Grad yang kebingungan melihat kiri, dan kanannya mencari sosok Rexxas yang ia kira sudah berhasil ia bunuh. dan tiba-tiba ada suara yang berbisik di telinganya, "Amatir" Grad yang kaget langsung menoleh ke belakang, ternyata sedari tadi Rexxas sudah berdiri di atas kuda Grad dan tepat berada di belakang nya, Grad yang kebingungan dan panik mencoba menusuk Rexxas dengan tombak nya, tapi belum juga ia mengangkat tombak nya, Rexxas sudah menendang wajah nya sambil meloncat, Grad pun jatuh tersungkur dan tertimpa kuda yang ia tunggangi.

 

Sementara itu Arthof bertarung melawan pasukan tentara Barl sambil melindungi para penduduk kota. Barl yang memang mengincar Arthof mulai menyerang dari atas kudanya. Dia mencoba menusuk Arthof menggunakan tombak, namun Arthof berhasil menangkis serangan Barl menggunakan shield besar yang ia gunakan.Arthof yang tak leluasa menyerang Barl karena fokus nya teralihkan untuk melindungi penduduk hanya bisa menahan serangan dari barl.Melihat situasi seperti ini Barl semakin jemawa dan terus mendesak Arthof ke arah tembok kota, sambil mengayunkan tombaknya Barl memaki dan menertawakan Arthof, "Kau prajurit rendahan berharap bisa mengalahkanku? Hahahahaha...jangan bermimpi!"

namun Arthof tak membalasnya dia hanya berusaha menahan serangan dari Barl. Tak lama kemudian puluhan anak panah berterbangan dari atas tembok kota valfern, Arthof yang menyadari hal tersebut langsung berteriak kepada para penduduk, "Kalian semua cepatlah masuk ke dalam kota!".

 

Barl yang sedari tadi menyerang Arthof kini mencoba mengejar para penduduk yang berlari, namun dengan cepat Arthof melemparkan shield besarnya ke arah Barl sehingga ia terjatuh dari kuda nya.

Barl yang kaget dalam hatinya berkata, " Manusia macam apa yang bisa melemparkan shield sebesar dan seberat ini dengan hanya menggunakan satu tangan??" Barl yang berusaha berdiri dan mengambil tombaknya, kembali memaki Arthof, " Keparat! prajurit keparat! hanya karena kau bisa melemparkan shield itu kau merasa hebat dan bisa mengalahkan aku?"

Arthof hanya diam dan berjalan menuju ke arah Barl.

 

"Kemari kau keparat, akan ku jadikan kau makanan anjing!" Sambil berlari barl mengayunkan tombak nya ke arah Arthof. Tak lama Kemudian terdengar teriakan dan rintihan pada saat yang bersamaan, "AAAAAAARRRRRGGGGHHH...! Ttt...tang..an..ku..Arrghhh...mmffhhh...".Kedua tangan nya terputus, dan darahnya pun mengalir membasahi tanah disekitar nya.

 

"Kkkhhuuu...kkkhhuuu...Ttt...tuan...to...tolong ampuni aku..." Sambil menangis ia meminta ampun dari lawannya, ia meminta pengampunan untuk hidupnya, " Aaa...akan kujadikan kkk...kau seorang General utama di kerajaan Farlander, ss..siapa nama mu...?".

 

Pria itu menarik rambut musuhnya yang sedang berlutut dan menangis, dia menegakkan kepalanya lalu berbisik kepadanya, "Aku Arthof Haberd General dari Knight Legion!"

Barl yang kaget berusaha mencium kaki Arthof untuk meminta ampun dan berkata, " Kk..kau adalah seorang General yang sangat terkenal di seluruh penjuru Farlander, tolong bermurah hati lah kepadaku, hhhnnnggghh..!".

namun belum selesai Barl berbicara, sebuah pedang telah menembus dadanya dan akhirnya ia tewas seketika. Kini para pasukan Barl kebingungan karena pemimpinnya telah mati.

 

 

 

  • view 104