Jiwa yang hidup dalam ketiadaan

violeni listiyani
Karya violeni listiyani Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 10 September 2016
Jiwa yang hidup dalam ketiadaan

Kupikir kau tidak akan meninggalkan ku pergi, terlepas dari siapa aku untuk mu atau siapa dia bagimu, aku masih kah orang yang kau tunggu kedatangannya dikala gelap? Dikala malam dan gravitasi sunyi menyambut kehadiranku dalam ketidak sadaran mu, masih kah aku berada dalam lingkaran kenangan itu?

Atau mungkin kau sudah menggeser ku dengan kenangan baru, yang menjadikan aku tiada dalam sebuah ketiadaan, lalu bagaimana aku akan datang saat kau mulai menganggapku tiada atau setidaknya anggaplah aku ada walau dalam kenangan atau bayangan yang akan kau acuhkan.

Aku masih menunggu mu terpejam yang dalam lelap mu, akan kusampaikan rindu untuk menyapamu, karena sapaan ku tidak akan kau dengar, mungkin panggilan keras ku pun tak akan kau gubris, tapi aku masih setia menanti malam, menjadikannya jembatan menyampaikan hasrat terpendam, lalu tiba-tiba kau bangun mengingat bayanganku, mengingat aku yang masih mengenakan gaun biru , menunggu mu dengan harapan kita pasti bertemu.

Aku hanya bisa merenung atau bahkan menangisi keadaan ku yang harus pergi perlahan dari mimpi mu, dari pertemuan kita yang akan tertunda lagi..dan lagi…

Sejatinya aku masih menunggu mu ryan , dibawah alam sadar mu, jauh diatas logikamu, aku lah orang yang akan kelak kau cari dari sebuah ketiadaan , yang harapan ku ada pada mu  di dalam gubuk kenyataan yang sebenarnya aku terkurung dalam hutan pertemuan kita dikala malam.

 

  • view 288