#D-1 Ramadhan Bertetangga

Via Lestari
Karya Via Lestari Kategori Project
dipublikasikan 19 Mei 2018
Beautiful Ramadhan Series

Beautiful Ramadhan Series


Cerita ramadhan yang hangat nan indah

Kategori Cerita Pendek

34 Hak Cipta Terlindungi
#D-1 Ramadhan Bertetangga

Siang itu, panas terik tak menyulutkan semangat Ica untuk menerobos sesaknya pengunjung pasar demi membeli kebutuhan untuk berbuka puasa keluarganya, Tak banyak yang ia beli. Hanya setengah kilo ayam, seperempat gula, saus, bawang,dan cemilan kecil untuk keluarganya. Sesampainya di rumah, Ica disambut hangat oleh anak-anaknya.

"Yeeee, Mama pulang"Ujar Tari, anak bungsu Ica.

"Mamaa, dari pasar ya Ma? Beli apa? Lapaar nih" Lanjutnya.

"Huss, makannya nanti ya kalau udah adzan maghrib. Mama gak beli apa-apa, cuma beli ayam buat buka sama gula buat nambahin kolek, katanya kurang manis." Sahut Ica kepada anaknya itu sambil senyum.

"Aseeek, ayam goreng" Kata Arya, si sulung yang senang ayam goreng layanya Upin-Ipin.

Singkat cerita, ayam sudah Ica masak,dan kolek sudah siap santap setelah ditambah gula. Lain halnya Ica dengan pekerjaan di dapur,anak-anaknya justru lebih memilih bermain bersama masing-masing temannya untuk mengalihkan rasa lapar, terlebih si bungsu yang baru kelas 1 SD. Namun di sisi lain, di samping rumah Ica, tak berbeda jauh dengannya, Nia sedang sibuk dengan alat dapurnya untuk menyiapkan makanan berbuka puasa dengan Neneknya. Maklum, saat itu di rumah hanya Nia, Ayah,dan Neneknya. Kala itu jika tidak lupa, sekitar 90 menit menjelang waktu berbuka. 

"Nek, katanya mau bikin kolek. Jadi gak?" tanya Nia kepada Sang Nenek

"Gak usah gapapa. Tadi bahan koleknya udah dipisahin, cuma berhubung ada yang ingin beli, jadi gak jadi aja bikinnya." Jawab Nenek Nia yang memang memiliki warung itu.

"Oh ya udah kalau gitu."

"Neng, perlu dibantu gak masaknya?" Tawar Sang Nenek kepada Nia dengan panggilan Neng.

"Gak usah, biar aku aja. Nenek masuk aja ke dalem."

Di tengah memasaknya Nia berbicara dalam hati "Aduuuh gak ada kolek ih, gimana ya nanti Ayah, kan suka banget kalau ada kolekpas buka puasa. Malah harus ada." Ketika sedang bergelut dengan alat masak dan pikirannya pula, terdengar suara ketukan pintu dapur.

"Neng, Neng, buka pintunya."

"Eh bentar,bentar"

Tanpa diduga, Nenek Nia datang dari arah dalam rumah untukmembuka pintu dapur. 

"Ada apa, Teh?" Tanya Nenek Nia.

"Ini tadi ngolek banyak sepanci, tapi ternyata di kulkas penuh, gak muat lagi. Jadi dikesiniin aja. Nih Nek, buat di sini." Sahut perempuan yang dipanggilTeh  itu yang tak lain adalah Ica,  saudara sekaligus tetangganya. sambilmenyerahkan kolek sebaskom. (kebayang banyaknya kolek yang dibuat Ica).

"Yu, Neng. Teteh mah mau ngebuburit dulu sama anak-anak." lajut Ica.

"Iya,makasih ya Teh." Ucap Nia dan Nenek Nia  bersamaan

"Alhamdulillaah ya Neng, Allaah mah Maha Baik. Kerasa bulan Puasa bener-bener berkah. Tadi padahal udah mau banget bikin kolek, eh ada yang perlu bahan kolekeun akhirnya dibelilah, dan kita gak jadi bikin kolek. Tapi ternyata Allaah ganti sama yang udah mateng." Terang Sang Nenek sambil menutup pintu dapur yang tak henti-hentinya mengucap syukur atas keberkahan ramadhan ini.

Sedangkan Nia tersenyum melihat Neneknya dan menyucapkan "Alhamdulillaah."

 

Betapa nikmatnya hidup bertetangga, memuliakan tetangga terlebih di bulan Ramadhan yang berlimpah keberkahan ini untuk saling berbagi, menjalankan kewajiaban dan hak sebagai seorang tetangga. Cerita ini mengingatkan saya pada salah satu hadits yang berhubungan dengan tetangga.  Hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrani dari Jabir r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersabda:

” الجيران ثلاثة : جار له حق ، وهو المشرك : له حق الجوار ، وجار له حقان ، وهو المسلم : له حق الجوار وحق الإسلام ، وجار له ثلاثة حقوق : جار مسلم له رحم ، له حق الجوار ، والإسلام ، والرحم

“Tetangga itu ada tiga macam: tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Dan tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga, muslim memiliki hubungan kerabat; ia memiliki hak tetangga, hak Islam dan hak silaturrahim."

Semoga kita dijadikan tetangga yang baik untuk tetangga kita sehingga dapat menunaikan kewajiban kita sebagai tetangga sebaik-baiknya, memberikan hak kepada tetangga kita dengan sebaik-baiknya pula. In Syaa Allaah, di bulan yang penuh berkah ini, Allaah lipat gandakan amal-amal kebaikan kita.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

  • view 33