Tentang Sahabat Yang Tak Pernah Mengeluh

vheby umar
Karya vheby umar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Maret 2017
Tentang Sahabat Yang Tak Pernah Mengeluh

Karena Sahabat Yang Baik Adalah Menguatkan Bukan Meninggalkan

Ketika ketidaksibukan ada bersamaku, aku menghabiskan hariku bersama ruangan yang tidak terlalu besar ini sembari melewatkan setiap kenangan melalui syaraf-syaraf otak. Tiba-tiba saja, air mata mengalir di kelua belah pipiku. Lalu kutanya hati? Mengapa? terkadang zona nyaman menetralkan pikiranku kemudian datang kembali di saat yang sama. Tak terelakkan pertanyaan serupa muncul. Lalu apa yang bisa kulakukan? Inilah kenyataannya. Bahwa aku memiliki sahabat yang jangankan mengeluh, berdesah ketika aku berkisah dukaku, gundah gulanaku pun tidak. Hanya ada penguatan, simpati dan perhatian yang aku dapatkan. Kesabaran yang dia miliki adalah hal yang paling kuhargai. Bagiku, sabar tak ada sekolahnya. Tak ada yang mampu mengajarkan kesabaran secara murni. Jika hanya sebatas definisi, semua bisa mendefinisi dalam berbagai versi, tapi aplikasi sabar ke dalam diri tak semudah mengucapkan definisi.

 Dia tak mengajarkanku bagaimana menjadi orang yang sabar dengan memberikan penjelasan, tetapi setiap kali aku beremosi, seketika reda dan penyesalan tiba manakala ia berkata. Aku bahkan berbalik menyalahkan diri ini, aku yang terlalu emosional atau dia yang teramat sabar? Ampuni aku Tuhan. Bermula dari itulah, aku mencoba menjadi sosok penyabar. Memanglah sulit, karena aku harus mengesampingkan ego yang sejak dulu mendarah daging, tapi bukankah manusia berhak berubah?apalagi berubah ke arah yang baik.

Tak banyak yang bisa kutuliskan tentangnya, sahabatku yang baik ini. Tetapi persahabatan selama hampir lima tahun ini, kebersamaan yang hampir setiap detiki ini adalah bukti bahwa dia adalah salah satu anugerah yang Tuhan berikan dalam hidupku. Terima kasih sahabat, meski suatu saat nanti jarak dan waktu menjadi batas di antara kita, meski wajahmu dan wajahku tak bisa beradu sebagaimana biasanya, itu sekedar  bunga tidur dalam mimpi saja. Karena chemistry yang kita bangun di atas periode demi periode ini, di atas ketulusan dan keikhlasan ini, tak kan pernah goyah hanya dengan hantaman jarak dan waktu.

  • view 121