Kisah Kita.?

Vifith
Karya Vifith  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 10 November 2017
Kisah Kita.?

Entah darimana asalnya rasa ini,
Mungkin dari awal perbincangan yang aku mulai terlebih dahulu 

Tak kusangka ternyata kau menyambutnya dengan hangat, tawaran kelucuan yang kau berikan seolah mencairkan suasana.
Hari berlalu begitu indah dengan gayamu yang "desa banget",  entah mengapa aku menyukai gayamu itu.

Kutunggu kabarmu setiap saat melalui pesan di ponselku, kadang gundah, gelisah, hingga tersenyum bahagia.
Kau membuatku merasa menjadi seseorang yang berarti dengan menantiku setiap saat di ujung telp.

Mungkin sesederhana itu aku mencintaimu
Meskipun sampai saat ini raga tak pernah bersua, tak pernah bersentuhan, tapi aku tetap mengagumimu.

Caramu berkata, caramu tertawa, caramu memandang, caramu berpikir membuatku mengenalmu, mengagumimu, mencintaimu walau hanya dalam dunia maya yang entah kapan akan berjumpa.

Terbesit rasa untuk memilikimu seutuhnya, menggenggam tanganmu, mencium aroma tubuhmu, hingga memelukmu erat.
Mungkinkah itu semua akan terjadi.?

Entah apa yang terjadi denganmu disana
Tiba-tiba kau menghilang perlahan, menjauh, dan tak ada kabar lagi darimu

Mengapa ini terjadi.?

Pernah ku tanyakan kepadamu, tapi yang ada kau menghindarinya seolah tidak ada perubahan yang terjadi.
Tapi aku merasakan perubahan yang sangat amat berbeda dari sikapmu.

Ku coba mengerti situasi ini, mungkin karena kesibukanmu jadi sedikit berubah
Kutunggu terus dirimu yang berjanji akan menemuiku di kotaku.

Hingga suatu malam kau menghubungiku setelah sekian lama
Seolah kau mengetahui arah perbincanganku, ternyata masih ada nada penghindaran darimu.

Perlahan kau menceritakannya, satu demi satu permasalahan yang kau hadapi disana
Ku coba pahami tiap kata-katamu, hingga pada bagian penting dari ceritamu.

Ternyata Dia yang jauh disana yang sedang menghantui pikiranmu, sungguh ku tak menyangkanya. Seolah tak percaya kucoba mengulangi ceritamu kembali, dan kau mengiyakannya. Sungguh kaget bukan kepalang aku mendengarnya.

Empat tahun berlalu ternyata tak cukup bagimu untuk melupakan semua kenangan tentangnya, kau masih amat mengenalnya dengan baik walaupun hatimu sudah dibuatnya luka.

Kesal dan cemburu sudah pasti kurasakan, hingga derasnya buliran air jatuh yang tak terbendung lagi. Sesak kurasakan dalam dada ini hingga membuatku susah bernafas.

Apa yang terjadi denganku.? Mengapa aku harus menangisinya begitu dalam.? Apakah aku benar mencintainya.? Entahlah...  Jika iya sungguh malang sekali aku ini.

Runtuh semua harapan - harapanku kepaadamu selama ini, mulai dari harapanku untuk berjumpa denganmu sampai harapanku untuk menjadikanmu imam dalam hidupku.

Pergilah, raihlah apa yang menjadi tujuan dalam hidupmu. Aku takkan menghalangimu...

Tapi maaf namamu sudah kusebut dalam sepertiga malam saat ku menghadap Nya

  • view 179