KISAH CINTA BORA DAN EDWIN

VENIS META
Karya VENIS META Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 25 Januari 2018
KISAH CINTA BORA DAN EDWIN

 

KISAH CINTA BORA DAN EDWIN

(Waktu sudah menunjukan pukul7.00 malam, jam untuk keluarga Bora menikmati makan malam bersama)

Mama bora: Ho le lai feot mese koow, nait hem nao mus skol mu skol mok lalek (Bora, kamuadalah anak tunggal sehingga jangan sampai mengecewakan mama dan bapa).

Bora    : Ia mama.

Bapa bora : Naiti tia Kupang nat mu oen kalan-kalan heeee(BoraNanti sampai Kupang tidak boleh jalan pi mana-mana hanya fokus untuk kuliah)

Bora    : Ka u oenfa.(Berjanji bahwaiatidakakankemana-mana)

(Hari demi hari, minggu terus berjalan, bulan pun demikian dan bahkan tahun sili berganti. Pesan-pesan yang disampaikan kedua orang tua Bora lama kelamaan sudah mulai ia lupakan.Puncaknya Bora menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang bernama Edwin. Semakin lama keduanya larut dalam hubungan percintaan. Dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk memberitahukan hubungan mereka kepada keluarga mereka masing-masingagar hubungan cinta mereka berngkat ke pernikahan).

Bora    : Edwin bagaimana kalaubulan depan kita ke rumah saya?

Edwin             : Bisa! Tapi saya takut dengan kamu pun keluarg.

Bora: Kalau kamu mau takut terus nanti sampai kapan baru kamu mau kenal dengan  sayapunkeluarga  donk.

Edwin : Tunggu saya pikir-pikir dulu!

(Setelah pertemuan mereka, Edwin dan Bora pulang ke rumah masing-masing. Edwin langsung menuju tempat tidurnya dan mulai merenumgkan kembali apa yang di bicarakan Bora tadi siang. Edwin mulai bertanya pada dirinya sendiri, Mungkin perkataan Bora benar, saya harus SMS Bora supaya ketemu. Dan membicarakan semuanya, batin Edwin).

(Lima belas menit kemudian Hp Bora bergetar, Bora pun cepat-cepat melihat Hpnya, ternyata ada pesan).

Edwin : Ayang ketemu di perpus sekaran?

(Lima menit kemudian Buru-buru di balas oleh Bora menyatakan kesetujuannya.

Satu jam kemudiaan mereka berdua pun ketemu di tempat yang di janjikan.)

Bora : Ada apa, ko sms saya supaya ketemu di sini?

Edwin : B setuju dengan apa yang tadi siang kamu bilang tu.

Bora :Oow itu, jadi bulan depan kita jalan!!

Edwin : Ok. Tapi Nanti saya kasitau mama dan bapa kamu juga nanti kasitau kalau kita duamau pi.

Bora : Ia.

(Waktu terus berjalan, hari pun demikian dan tiba saatnya mereka berdua pergi ke rumah Bora. Tibalah mereka di rumahnya Bora. Kedatangan  mereka membuat keluarga Bora kaget. Orang tua Bora mulai bertanya pada keduanya).

Mama Bora : Itu siapa?

Bora : Dia itu manantu mama.

Mama Bora : Nak, kamu itu masih sekolah kenapa pulang tidak bawah ijazah malah bawah manantu buat mama?

Bora              :Ia saya tau Ma, tapi saya ini sudah 22 tahun, jadi kalau saya datang dan membawa kasih mama manantu itu pasti sudah menjadi pilihan saya Ma.

Mama Bora : Kalau begitu, Edwin pulang besok baru datang bersama orang tua, supaya urus nikah.

(Dengan senang hati Edwin pun pulang ke rumahnya dalam hal ini memberitahukan kedua orang tuanya bahwa dia harus segera menikah).

Edwin :Mama, bapa besok kita ke rumah Bora, orang tua Bora dan keluarganya sudah menunggu kita.

Mama Edwin :Ia Nak, kalau memang itu pihan kamu mama dan bapa ikut setuju.

Edwin :Kalau bapa bagaimana?

Bapa Edwin : Bapa juga setuju, asal kamu pikir baik-baik kalau itu adalah yang terbaik buat kamu, Win?

Edwin : Ia bapa.                                                               

(Waktu besok sudah tiba, Edwin bersama kedua orang tuanya pun pergi ke rumahnya Bora. Tiba di rumahnya Bora, kedua orang tua Bora dan kelurganya berjabat tangan dan salingbertukar siri pinang. Pertemuan antara  kedua keluarga besar ini sudah mulai dengan pembicaran inti mereka).

Bapa Bora : Sekarang keluarga Edwin sudah ada di sini, pertanyaan saya bagaimana dengan kedatangan keluarga besar dari Edwin?

Bapa Edwin : Minta maaf, kedatangan kami untuk melihat anakan pohon pisang yang masih segar di sini!

Bapa Bora : Oia, silahkan!

(Pertemuan antara kedua keluarga ini membuat hubungan cinta Edwin dan Bora semakin kuat. Akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka berdua inginkan. Keluarga Bora tidak sabar untuk menyampaikan hal selanjutnya).

Mama Bora : Bagaimana kalau bulan depan mereka berdua menikah?

Bapa Edwin : Bisa, tapi bagaimana dengan cara perkawinan di tempat ini?

Bapa Bora   :ok,langsungbapa Bora menjelaskan proses tradisiperkawinan di daerahAmanatunutara.

(Setelahkedua orang tua Edwin mendengarpenjelasandaribapanya Bora, hariterusberjalandantibasastnyaharipernikahan Edwin dan Bora, danakhirnyakisahcinta Edwin dan Bora hidupbahagia).

 

 

  • view 43