Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 27 Januari 2018   10:41 WIB
BILLA TAMARONG SEORANG GADIS YANG SEDANG MENCARI JODOH

CERITA TENTANG BILLA TAMARONG
SEORANG GADIS YANG SEDANG MENCARI JODOH

(Ada seorang gadis yang bernama Billa Tamarong anak dari Tari Raya asal kampung pakare. Billa Tamarong yang belum menikah lalu Tari Raya merasa malu karena anak gadisnya belum menikah. Maka Tari Raya memanggil anak gadisnya).
Tari raya : Billa Tamarong ?
Billa Tamarong : Ya Bapak, ada apa Bapak?
Tari Raya : Anakku Bapak malu
Billa Tamarong : Kenapa Bapak malu?
Tari Raya : Bapak malu karena kamu sudah besar begini tapi belum menikah jadi bagaimana anakku terima saja laki-laki yang datang meminang nanti?
Billa Tamarong : Iya Bapak
(Ketika hari pun tiba atau waktu kesepakatan untuk datang mengecek kepastian apakah perempuan yang di maksud belum ada yang meminang oleh laki-laki lain. Laki-laki itu orang tuanya pergi di rumah keluarga perempuan. Maka Tari Raya menjanjikan pada orang tua laki-laki untuk menanyakan kepada anaknya nanti baru menginformasikan kabar kepastian. Begitu Billa Tamarong melihat laki-laki yang meminangnya, dia sama sekali tidak menyukainya).
Billa Tamarong : Saya tidak mau menikah dengan laki-laki yang datang meminangku.
Tari Raya : kenapa anakku tidak terima laki-laki yang datang meminangmu?
Billa Tamarong : Bapak, saya tidak suka dengan laki-laki itu.
Tari RayA : Kenapa tidak suka laki-laki itu
Billa Tamarong :Pokoknya saya tidak suka Bapak
Tari Raya : Tapi, laki-laki itu sangat baik anakku.
Billa Tamarong : Iya saya tau bapak, tapi laki-laki itu tidak cocok dengan saya bapak.
Tari Raya : Baiklah kalau begitu, kalau itu keputusanmu saya tidak akan memaksa kamu.
Billa Tamarong :Iya terimakasih Bapak
:.
(Bapak Billa Tamarong mengadakan pesta pora selama tujuh hari tuju malam, agar anaknya menemukan pria idamannya.Sampai pada malam ke enam tidak ada seorangpun yang Billa Tamarong yang suka. Dan pesta itu tetap di lanjutkan lagi pada malam terakhir).
(Pada malam terakhir Billa Tamarong menemukan pria idamannya,lalu Billa Tamarong memanggil Bapak).
Billa Tamarong : Bapak?
Tari Raya : Ya,ada apa anak
Billa Tamarong : Bapak, saya sudah menemukan pria idamanku
Tari Raya : Namanya siapa nak?
Billa Tamarong : Namanya Wopalarri
Tari Raya : Anakku saya bangga bahwa kamu sudah menemukan laki-laki impianmu dan harapan kamu untuk masa depan.
Billa Tamarong : Iya Bapak.
(Tari Raya sedang duduk di teras rumah lalu memanggil Wopalarri).
Tari Raya : Wopalarri, apakah kamu betul-betul mau menikah dengan anakku?
Wopalarri : Iya Bapak saya siap untuk menikah dengan Billa Tamarong
Tari Raya : Anakku apakah ini laki-laki yang betul-betul menjadi impianmu?
Billa Tamarong : Iya Bapak dialah laki-laki yang saya tunggu selama ini
(Bapak Billa Tamarong merestui Wopalarri menjadi suami Billa Tamarong.
Bapak Billa Tamarong menyuruh Wopalarri untuk membelis anaknya . Bapak Billa Tamarong bermaksud mengadakan pembelisan supaya Wopalarri membawa pulang Billa Tamarong ketempat kediamannya. Tari Raya memanggil Wopalarri).
Tari Raya : Wopalarri apakah kamu siap membayar belis?
Wopalarri : Iya saya siap Bapak
(Tari Raya pun menentukan tanggal untuk datang membayar belis) .
Tari Raya : Nanti tanggal 03-04 datang untuk membayar belis dengan jumlah hewan 50 ekor kuda,50 ekor sapi, 50 ekor kerbau,dan satu batang pedang teko
Wopalarri :Iya Bapak
Tari Raya : Apakah kamu betul-betul dengan membawa hewan yang begitu banyak ?
Wopalarri : Iya saya siap membawa hewan sesuai permintaan Bapak
(Hari semakin berganti. Tidak terasa tiba waktu yang telah di sepakati. Wopalarri pun datang dan ia memenuhi yang telah di sepakati dengan membawa hewan 50 ekor sapi, 50 ekor kuda, 5o ekor kerbau dan satu batang teko. Ialu Wopaarri membawa pulang Billa Tamarong ketempat kediamannya menuju ke laut, sampainya di laut Billa Tamarong bingung mau buat apa. Akhirnya Wopalarri memutuskan supaya Billa Tamarong berubah menjadi gurita. Suatu hari kemudian Bapak Billa Tamarong mengadakan pesta adat ,Bapak Billa Tamarongpun pergi mengundang Billa Tamarong).
Tari Raya : Anakku Bapak datang mengundangmu
Billa Tamarong : Undangan apa Bapak?
Tari Raya : Ada acara adat
Billa Tamarong : Acara adat apa Bapak?
Tari Raya : Gali tulang
(Billa Tamarongpun berpesan kepada Bapak)
Billa Tamarong : Ada sesuatu yang saya memberitahukan kepada bapak
Tari Raya :Ada ap anak. Kasih tahu saja
Billa Tamarong : Bapak tidak boleh menertawakan kami
Tari Raya : Kenapa tidak boleh tertawa?
Billa Tamarong : Karena kami berbeda dari manusia Bapak.
Tari Raya : Iya anakku,kalau itu permintaanmu, kami tidak menertawakanmu.
(Billa Tamarong dan keluarganya hadir dalam acara adat,namun sayangnya tetangga kampung tertawa . Akhirnya Billa Tamarong dan keluarganya menghilang begitu saja lewat periuk tanah yang ada di rumah adat. Billa Tamarong dan keluarganyapun pulang dengan hati kecewa karena dalam benak mereka, merekalah yang di tertawakan).
(Setelah itu Billa Tamarong dan suami serta anak –anaknya pun tidak marah pada keluarganya, merekapun berpesan kepada Bapak dan keluarganya menyuruh mereka jika ingin makan daging pergi saja di pinggir pantai . Suatu hari Bapak Billa Tamarong sakit ,terus dia pingin makan daging sehingga dia pergi ke pinggir laut untuk meminta daging). :

 

Karya : Valentina Lede Kaka