Sepenggal Cerita Menjelang Pagi Buta

Valdrada
Karya Valdrada  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 September 2017
Sepenggal Cerita Menjelang Pagi Buta

Aku tidak mengira hal ini sebelumnya. Karena tepat dini hari tadi, aku, nenek, bapak serta keluarga lainnya dibuat getir oleh rasa sakit yang tengah ibu derita. Asam lambung yang menyebalkan. Sial! Bagaimana bisa kau datang seenaknya menyerang perut ibu secara tiba-tiba. Aku sesak melihat wanita hebat itu menjerit kesakitan, di sana aku pun terjerumus oleh bayangan yang tak ingin aku harapkan. Dasar penyakit! Tidak sopan sekali kau datang di pagi buta seperti ini. Tanpa salam, tanpa permisi. Benar-benar menguras emosi. Kami sudah dibuat terjaga hingga bedug subuh terdengar, kumandang azan datang sambil membelai telingaku yang telah tersapu angin malam. Bersamaan dengan tangan yang sedang memijat kaki ibu, kutandai saja hari yang menyesakkan ini untuk kuingat di kemudian hari. Ternyata, oh ternyata, saat pukul dua dini hari aku sempat memperbarui status facebook-ku perihal kemerdekaan negeri sendiri. Dirgahayu Indonesia, 'kan kukenang kau sebagai hari bersejarah bagi penduduk negeri. Pun bagi keluargaku yang pernah merasakan genting di tengah keterjagaan kami. Semoga saja, harapan dan doa kami terkabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa agar dikaruniai umur yang panjang untuk bersua di tahun depan.
 
#72th
#DirgahayuIndonesia
Serang, 17 Agustus 2017

  • view 18