Patah Lagi!

Valdrada
Karya Valdrada  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Juli 2017
Patah Lagi!

Burung terpekur tepat di dahan dan ranting pohon samping rumahmu. Di sini, dari balik jendela rumah, kupandangi penuh syahdu raut wajahmu. Tampak tirus dan pucat. Mungkinkah kau sakit? Ah, sadarlah semua itu hanya ilusi.

Beribu bayangan tentangmu selalu ada dalam lamunan. Bagaimana kau berbicara di depanku, menyahuti semua kekonyolanku, bahkan kita saling tersipu malu. Namun, nyatanya semua ini terasa semu.

Aku begitu terbuai oleh kenangan itu, hingga tak kusangka ada yang membanjiri relung hati, bukan hanya hati namun juga pipi. Bahkan dalam mimpi-mimpi indahku, mengapa hanya ada sosok dirimu yang tidak punya rasa malu? Masih bisa menertawakanku? Setelah kau pergi untuk yang ke dua kali? Ah, menyedihkan sekali.

            "Patah lagi." Bisikku seorang diri dalam sepi.

            "Kenapa harus ditinggal lagi?" "Tanpa pamit, tanpa permisi.

            " Aku terbuai dengan monologku hingga tersadar akan ingatan tentang kedatangan temannya yang mengabarkan suatu hal yang sangat menggemparkan hatiku, kemarin.

Tepat di ujung senja yang mana segelintir orang terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing, termasuk aku dengan rasa rindu. Haha... mengenaskan.

Tiba-tiba seorang pemuda berperawakan tinggi datang menyapa tanpa permisi. Wajahnya menatapku senang, mengingat ini perjumpaan setelah libur panjang. Aku tahu dia sosok yang menyenangkan namun tidak dengan hatiku yang melarang. Seolah berkata dia bukan orang yang kuharapkan.

"Aku bertemu dengan temanmu." bisikku lagi.

Pantaskah aku menanyakan kabar dirimu pada sosok di depanku ini? Dengan perasaannya yang tak pernah kuketahui. Ah, mungkin ini terdengar menjijikan namun inilah kenyataan, kejam.


Serang, 17/07/17

  • view 53