Teruntuk Kau Yang Pernah Singgah Di Hati: Terima Kasih Atas Pelajaran Hidup Ini

Valdrada
Karya Valdrada  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Juli 2017
Teruntuk Kau Yang Pernah Singgah Di Hati: Terima Kasih Atas Pelajaran Hidup Ini

Setelah dirimu pergi banyak yang berubah dalam kehidupan, entah pohon yang dipangkas tepat di samping rumahmu, sepada baru adikku, bahkan kerikil-kerikil kecil pun sudah tak lagi merayu saat aku masuk lewat depan pintu. Tapi, tunggu. Ada perubahan yang lebih besar yang harus kau tahu selain itu.

Penasaran?

Sungguh, kau penasaran?

Benar, begitu?

Baiklah, akan kuberitahu. Sebuah perubahan besar tersebut terletak tepat pada dasar hatiku. Kau marah kuberitahu? Oh, jangan-jangan justru kau terbahak-bahak mendengar keterusteranganku. Ah, inilah aku dengan sejuta kejujuranku pada siapa pun tak terkecuali dirimu.

Dengan ungkapan meluap kukatakan dengan mantap karena kau terlalu banyak meninggalkan bekas bayangan yang tercetak dalam relung hatiku. Di sana kau torehkan kebahagian-kebahagiaan semu layaknya permen madu, obrolan kecil nan indah terhias begitu saja bagaikan jembatan menuju suatu kebahagiaan itu.

Sudikah kau tahu akan omong kosong yang kucetuskan ini?

Ada dua kemungkinan yang kupahami dalam kenyataan di antaranya adalah ya atau tidak. Dan salah satu dari pilihan itu tampak sangat menyakitkan dengan perumpamaannya sebilah pedang.
Izinkan aku melontarkan pertanyaan. Sungguh, ini permintaan.

Apakah kau bahagia?

Tanpa aku?

Benar, begitu?

Jika kemungkinan serupa bilahan pedang itu bukan jawaban yang kau tunjukkan padaku maka dengan seluas hati kukatakan selamat tinggal dan terima kasih telah singgah di hati.

  • view 140