Rengekan

Utiya M Ni'mah
Karya Utiya M Ni'mah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Oktober 2016
Rengekan

Mimpi..

Setiap orang pasti pernah bermimpi, kan? begitupun juga aku. Dulu, waktu TK aku bermimpi ingin menjadi dokter atau polisi. Waktu SD mimpiku masih sama seperti di TK, dengan tambahan, aku juga ingin jadi pedagang (entah kenapa waktu itu aku ingin jadi pedagang, hanya melihat seorang pedagang terasa seru, mungkin). Waktu SMP aku bermimpi menjadi penjahit (lebih aneh) dan penulis. Waktu SMA aku ingin menjadi animator (sesuatu yang berhubungan dengan art). Waktu mahasiswa semua mimpiku pupus, lebur, menguap tanpa sisa. Aku hidup bagaikan tak bernyawa. Aku merasa kosong. Aku hanya menjalani hariku dengan pasrah, tanpa semangat, dan menunggu takdir datang dengan apa adanya. Aku tidaklah seperti masaku yang dulu, yang selalu bertekad, bersemangat melawan arus kehidupan, melawan ketidak mungkinan. Tapi, semua itu hanya mimpi, tidak nyata, sia-sia. 

Aku bertanya diriku,"apa yang sebenarnya kamu inginkan?" "apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan?" "apa sebenarnya mimpimu yang terpendam?" "apa kamu punya bakat?" "kamu anak berguna atau tidak?"

Jawabku," tentu saja! Tentu saja banyak hal yang ingin aku lakukan, banyak sekali, saking banyaknya aku tak tau harus mulai dari mana dan harus bagaimana, walaupun sekarang aku terlihat seperti robot , tapi terkadang masih terbesit dalam benakku bahwa aku ingin menjadi penulis dan yang sekarang ini aku juga ingin menjadi komikus walau terbesit hanya sekilas, tapi ya tapi, aku tak pandai dalam keduanya. Aku tak pandai menuangkan pikiranku dalam sebuah tulisan, meskipun bisa tapi tulisanku buruk dalam gramatik, tanda baca dan diksi, mungkin, sepertinya. Jika komikus, aku benar-benar payah dalam menggambar, jalanku menuju pintu komikus sepertinya masih sangat sangat sangat panjang, selain tak pandai menggambar, seperti yang telah kusebutkan, aku tak pandai menuangkan apa yang aku pikirkan dalam sebuah karya. Aku selalu memikirkan sesuatu hal, banyak hal yang bisa dijadikan sebuah karya. Misal memikirkan sebuah alur cerita untuk novel atau cerpen, memikirkan sebuah kritik atau saran untuk berita-berita atau artikel hangat, membayangkan sebuah wajah tokoh cerita untuk menggambar komik , membayangkan desain baju untuk desaigner, membayangkan punya cafe atau kedai atau warung makan untuk berdagang. Tapi semua terasa sia-sia. Aku membiarkannya pergi begitu saja tanpa sempat menumpahkannya dalam karya. Semua hilang. Tapi tetap saja, meski imajinasi itu masih dikepalaku aku tetap tidak bisa mencurahkannya dalam sebuah karya, hal yang paIing sering aku lakukan adalah membuat ide sebuah cerita "slice of life" tapi aku tak bisa menumpahkan dalam tulisan, satupun tak bisa. Hingga akhirnya aku putus asa sepertinya.

Tulisan ini hanya sebuah rengekan dari anak kecil yang mengharapkan belas kasihan, rengekan anak kecil yang selalu merasa sendiri, rengekan anak kecil yang membutuhkan dukungan yang lebih dari kata-kata motivasi. 

  • view 137