Bosan sudah. Sudah bosan

Utiya M Ni'mah
Karya Utiya M Ni'mah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Agustus 2016
Bosan sudah. Sudah bosan

Sejak kapan jantung ini berhenti berdebar-debar? 

Debaran karena terlalu senang terhadap sesuatu hingga menghasilkan debaran yang tak menentu. Debaran yang bagaikan genderang perang, debaran yang bagaikan suara bedug di masjid "dug.. dug.. dug". Aku kehilangan debaran itu. 

dari sekian lama itu, baru kini ku sadari bahwa aku telah kehilangan debaran itu. Ya, memang lama sepertinya hingga aku tak tahu jelasnya mulai kapan aku kehilangan debaran itu. Debaran kegembiraan, debaran yang memacu adrenalin, debaran yang selalu membuatku berteriak dengan lantang, debaran yang membuatku ingin mengeluarkan semua suara ku, yang jelas.. debaran itu tak mampu untuk dijelaskan secara harfiah. Kau tau itu kan? Apa kamu pernah merasakan debaran itu? Aku yakin kamu pasti pernah atau sedang.

Sekali lagi, aku telah kehilangan debaran itu. Sejak aku menyadari telah kehilangannya, aku merasa hidupku menjadi monoton dan sangat membosankan. Hidup yang terlukis hanya warna hitam dan putih. Hidup yang tergantung pada kata "ya" atau "tidak" bahkan "terserah". Hidup yang cuman jadi pengikut. Menyedihkankah? Entahlah.. yang jelas aku merasa bosan pada hidupku, keseharianku ini. Aku bosan tapi aku tak pernah mencoba hal baru. 

+ kenapa kamu tak pernah mencoba hal baru?

- entahlah, mungkin aku takut.

+ apa yang kamu takutkan?

- kesendirian.

+ bukankah kamu lebih senang sendiri?

- iya memang, tapi kadang aku takut dengan kesendirian ini. 

+ kenapa takut sendiri?

- entahlah, mungkin karena aku tak mampu melangkah maju sendiri sehingga aku merasa ketakutan jika aku maju sendiri.

+ itulah yang menghambatmu, hingga kamu merasa bosan seperti sekarang ini. Kamu tak pernah mencoba melangkah maju seorang diri walau sedikitpun itu, kamu malah tetap ditempatmu sekarang ini sambil menunggu seseorang datang dan hasilnya ini, kamu bosan kan?

- ya, memang aku bosan, tapi untuk melangkah maju itu tak segampang itu. Ingat, tak segampang itu. Banyak hal kejam yang menunggu didepan sana dan aku takut tak bisa mengatasinya. Aku takut. Aku benar-benar takut.

+ coba dulu, maju sedikit saja.

- tidak.

+ cobalah.

- mungkin lain kali.

+ ah, sudahlah.. 

  • view 209