Di nomer duakan

UN USUAL
Karya UN USUAL Kategori Puisi
dipublikasikan 26 Oktober 2016
Di nomer duakan

Hari yang melelahkan... malam yang menyakitkan. Segala upaya telah dilakukan tetap saja terasa ada yang mengganjal.

Apa yang kubutuhkan? Apa yang kuperlukan? Apa yang aku cari? Semuanya mentok di ketiadaan. Diketiadaan sebuah arti kebersamaan...

Aku miliknya,hanya separuh hati. Aku bersamanya hanya separuh hari. Aku memeluknya hanya separuh badan. Aku berdua bersamanya hanya separuh jalan. Kenyataan yang menampar setiap kali aku berusaha tegar!

Terkadang aku merasa menjadi manusia yang paling beruntung tetapi ketika aku sadar,aku adalah orang yang paling menyedihkan!

Kesendirianku memaksa untuk dimengerti kalau cinta tak harus saling memiliki! (naif).

Kamu adalah cinta kamu adalah dusta kamu adalah obat kamu adalah racun kamu adalah bunga kamu adalah duri kamu adalah berdua kamu adalah sendiri. Kamu adalah satu satunya dan kamu pula yang berdua bersamanya.

  • view 190