Aku,Kamu dan Buku

UN USUAL
Karya UN USUAL Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Oktober 2016
Aku,Kamu dan Buku

Hampir setahun aku dan Brata bersama sama. Pada awalnya,aku tak berpikiran akan berpacaran dengannya. Tapi yah,itulah cinta,datang tanpa permisi!
Hari demi hari perkenalan kami semakin dekat. Aku tak ingin merasa besar kepala saat itu. Kubiarkan kedekatan ini mengalir natural saja.
Sebulan pertama ia mulai menceritakan kisah cintanya dengan mantan mantannya. Berbagai kisah ia jejalkan kepadaku,dari cerita tentang tinggal bareng dengan mantannya,jalan jalan kebangkok dengan mantannya atau mengunjungi mantannya yang bekerja diluar negeri bahkan sampai ia memberitahukan,hanya pernah sekali menangisi kepergian seseorang didalam hidupnya,yaitu mantannya!

Bagaimana denganku? Tak ada satupun yang ku ceritakan kepadanya tentang kisahku sebelumnya. Aku tak "terlalu" suka bercerita tentang sesuatu yang pernah ku alami,baik ataupun buruk.
Pernah sekali ia bertanya
"Kamu kok gak pernah cerita cerita sih?"
Aku hanya bisa menjawab
"Bagiku,sebuah percintaan layakanya membaca buku. Mereka (mantan/kehidupan yang lalu) adalah buku yang telah selesai kubaca,buku yang telah selesai dibaca pastinya ditutup dan disimpan. Bagi aku,kamu adalah sebuah buku baru,cerita baru. Aku akan menyelami cerita didalam buku itu. Saking aku menyukai cerita didalam buku itu,aku akan membawanya dan membacanya kapanpun,dimanapun. Sampai sampai terbawa mimpi!
Dan aku berniat membuat cerita bersamamu ketika semuanya telah siap..." sambil kupegang erat tangannya.
"Kalaupun kamu ingin mengetahui tentang aku dan kisah hidupku sebelumnya,its simple,silahkan bertanya pasti akan aku jawab. Kalo kamu tidak bertanya kenapa harus ku jawab?"
Ia pun melempar senyum,entah apa maksudnya...

Bulan bulan berganti,aku dan dia mulai saling mengerti watak masing masing. Si tukang ngambek,kalo ngambek bisanya cuma diem seribu bahasa!,kalo ditanya pasti bilangnya "gak papa...!!!",dicuekin bilangnya "gak perduli!". Stresss? Iya! Tetapi itulah hal hal yang membuat Brata bertahan denganku.

Tetapi dibalik semua cerita yang telah kami rangkai,ada satu kotak yang kami biarkan. Kotak itu adalah tempat untuk kami bisa menjadi diri sendiri. Tanpa perlu jaim,khawatir ataupun malu.
Saling menghargai,itu yang aku dan Brata pegang.

Ah,entah mengapa cinta yang satu ini benar benar beda rasanya! Bagiku,Brata adalah seorang pemenang. Ya... ia telah memenangi hatiku,memenangi sifat egoisku,memenangi sifat sifat buruk ku. Ia tak hanya sekedar "pacar" tapi ia sekaligus sahabat dalam aku menapaki perjalanan hidup.
Untuk kamu,Brata. Jangan pernah berhenti untuk terus membimbing aku untuk menjadi yang lebih baik. Karena hubungan ini lebih dari sekedar pacaran.

Karena kita membangun cinta bukan hanya menempati hati masing masing.

  • view 283