keajaiban do'a

unni hasan
Karya unni hasan Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 02 Februari 2017
keajaiban do'a

oleh Ustadz M.Muslih Assa'idi, Pemimpin Majelis Wasiyyatul Musthofa.

dikisahkan bahwa ada salah seorang santri dipondok pesantren besar, dimana pesantren tersebut dipimpin oleh seorang habib. si anak kecil belum bisa apa" di bandingkan santri" yang lain. namun setiap habis sholat fardhu dia selalu mendo'akan gurunya. dengan istiqomah ia duduk di pojok untuk sholat dan berdo'a terus berdo'a. setiap berdo'a ia selalu meminta agar dikenal oleh sang guru, namun apalah daya hanya seorang anak kecil yang tak bisa apa". namun kesungguhannya ingin bisa dikenal sang guru, tanpa perlu lupa do'a selalu ia panjatkan untuk sang guru.

suatu hari, ada perkumpulan para habib dengan para santri. disana kursi telah disiapkan oleh para santri untuk para habib. ketika semua habib duduk, namun ada satu kursi yang sengaja tidak diisi oleh seorang guru, dan kemudian sang guru mencari seseorang dengan menoleh kekanan dan kekiri hingga semua santri bingung dan bertanya-tanya, kenapa gurunya begitu resah seperti sedang mencari seseorang. namun keresahan itu terjawab saat sang guru tersenyum melihat sosok anak kecil yang sedang duduk di pojok. maka dipanggilah anak kecil itu dan dipersilahkan duduk di kursi yang kosong tadi, para santripun bertanya-tanya kembali. kenapa sang guru memanggil anak kecil itu ?
padahal masih banyak santri yang lebih mahir dari si anak kecil. sang guru mengetahui pertanyaan" dengan mantap sang guru berkata : " wahai anakku aku tahu bahwa kalian bertanya-tanya, kenapa si anak kecil ini aku panggil duduk di sampingku ? ketahuilah anakku, bahwa anak ini begitu mencintaiku, dia selalu ,berdo'a setiap waktu untuk aku, agar aku bisa mengenalnya." dan sang guru berkata kepada anak kecil tadi; " anakku sungguh aku telah mengenalmu melalui do'a"mu yang kau kirimkan untukku selepas engkau sholat." 

menangislah anak kecil tadi, karena keinginnya bisa dikenal oleh guru yang ia cintai ternyata bisa tercapai hanya karena keistiqomahannya mengirim doa untuk sang guru selepas sholat/.

so kesimpulannya ..
la yaqdiru qodra illa du'a..
nggak ada yang bisa mengubah takdir kecuali dengan do'a.

  • view 74