Sebuah Kekhawatiran

Unggul Tri
Karya Unggul Tri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Agustus 2016
Sebuah Kekhawatiran

khawatir... ?

dalam hitungan hari yang berputar selama 24 jam, kadang membuat ku membeku dalam beberapa menit.. hingga seper miliar detik larut dalam bayangan imagi labirin bernama kekhawatiran.

dari bayangan sederhana kekhawatiran bagaimana cara mendapat nilai kuliah bagus dr dosen killer yang serba mempersulit, mengatur jadwal kuliah.. organisasi.. praktikum.. laporan praktikum.. dan forum forum mahasiswa yang mengharuskanku membolang ke kota kota tetangga... dan tak luput pula lembur tiap hari menjelang deadline kirim laprak dan paper paper yang lain membuat otaku susah berfikir jernih dengan situasi menggelisahkan ini.

cafein bagai sahabat yang begitu dekat, dan berbagai multivitamin untuk mendopling agar tidak oleng pagi harinya sudah menjadi candu. aku sepenuhnya sadar sedang menjalani hidup yang penuh tantangan, harus lebih giat lebih rajin dan lebih semangat...
terus ku sugestikan diri ini untuk terus berlari mengejar mimpi.. menyibak kekhawatiran kekhawatiranku yang akan terjadi di masa mendatang...

"Masa depan" kedua kata ini yang membuatku begitu khawatir pada kehidupanku, jadi apakah aku nanti, apakah yang ku jalani ini bermanfaat untuk nanti, apakah yang ku lakukan sudah sepenuhnya benar, apakah kesalahan kesalahan ku akan berdampak di kemudian hari, apakah evaluasi diri ini akan cukup memperbaiki di masa nanti... ??

ketidak tahuan, menjadi salah satu yang menggelisahkan semua.. kemudian ku membeku lagi... dan lagi.. lebih dalam hingga tak satu kata pun terdengar.. bayangan dan konsep berfikir terus berperang dlm diamku, hingga sepercik harapan mencairkan suasana mengerikan ini.. memecah kegundahanku.. karena teringat sebuah konsep syukur yang diajarkan pak ustad slama madrasah dulu.. teringat perjuangan orang tua kegigihan mereka bekerja membiayai hidupku, teringat harapan dan rapalan doa doa ibu untuk anak laki laki satu satunya.. diriku.. diharapkan... di nantikan sebagai orang yang berhasil... tringat senyuman senyuman orang orang yang kusayangi melihatku dg rasa bangga... yang tak ingin aku mengecewakan mereka...

hingga teringat waktu sepertiga malam yang tak sengaja kudapati ibuku menangis di sajadah mengaduh padaNYA.. yang membuat air mataku sendiri tak mampu ku bendung mendengar lirih doa dan kata kata yang beliau bunyikan.. mendoakan anak nakal sepertiku berhasil... mendoakan anak malas sepertiku bermafaat bagi sesama... mendoakan anak tidak tau diri sepertiku di mudahkan segala urusanya...
hati ini terkoyak keras.. seperti ada gong besar di bunyikan tepat pada telinga nuraniku... tak kuasa membuat diri ini bergetar.. ingin ku peluk ibuku.. namun aku tak mau mengganggu ke romantisan beliau dalam berbincang pada sang kuasa...
membuatku membeku yang sepenuhnya beku menjadi meleleh tak mengerti dan terlebih mengajarkan sebuah konsep syukur luar biasa dalam diri ini kepadaNYA....

aku bersyukur ya Allah atas semua nikmatmu yang kau berikan... aku akan terus menggenggam erat harapan harapan orang yang kusayangi... dan mimpi mimpi kecilku ini akan terus kurawat dan ku lebihkan usahaku yang belum seberapa ini, di bading usaha orang tuaku membesarkan anak nakal seprtiku ini..
aku ingin bisa terus memberikan senyum mengiasi paras mereka..
maka dari itu aku tidak bisa terus menerus terbelenggu kegelisahan sepele seperti ini...
dan sebaliknya dalam ketidak tahuan ini lah membuat ku terus berusaha memperbaiki dan terus berjuang.. dan sepenuhnya aku yakini dalam ketidak tahuan ini DIA berperan sungguh luar biasa... trimakasih ya Allah.. atas semua nikmatmu...

bismillah.. kuatkanlah... lapangkanlah.. mudahkanlah... aamiin

  • view 244