KEPAL TANGAN SATU ASA

Umie Poerwanti
Karya Umie Poerwanti Kategori Puisi
dipublikasikan 02 November 2017
KEPAL TANGAN SATU ASA

89 tahun yang lalu ...

Tangan-tangan muda terkepal saling padu
Pandangan mata penuh asa bertemu
Meretas perbedaan dalam keyakinan bersatu

Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, tanah air Indonesia

Dan kemudian, 89 tahun berlalu ...

Tangan-tangan muda kembali terkepal saling adu
Pandangan mata nanar tersaput beringas nafsu
Menggilas keyakinan yang pernah terikat dalam degup beda yang bertalu

Ini aku, ini milikku
Siapa kamu, ini bukan tumpah darahmu
Pergilah lekas pergi, cepatlah berlalu!!!
Atau kau berniat mati, dan rebah di tanganku???

Dan senyum pengukir harapan yang dulu nyata kini terlerai maya
Bertukar seringai kemenangan dan sarkasme penuh murka
Di ujung telunjuk dan komando nan berkumandang dalam angkara
Nurani melesak dalam terkubur bumi tanpa daya

Wahai nalar kemanusiaan yang pernah meraja
Wahai jiwa berketuhanan yang dulu taat menghamba
Wahai kepedulian yang kini perlahan menuju sirna
Inikah pertanda ujung dari akhir dunia?
Tepian zaman yang perlahan menggerogoti generasi hingga tak bersisa?

Tidak, tidak!!!

Kita masih punya rasa yang sama
Tergenggam erat dalam kepalan tangan penuh cinta, satu asa
Tersimpan rapi dalam kobaran api semangat pembangunan yang menyala-nyala

Kita, memang jelas-jelas tak sama
Tapi perbedaan tak kan pernah surutkan cita
Kita diciptakan tuk saling kerjasama
Membangun negeri gemah ripah loh jinawi nan mulia
Bangsa dan tumpah darah yang satu, tanah air Indonesia

#SumpahPemuda2017

  • view 51