Buku Bacaan, Pesona Yang Mulai Redup Dilibas Zaman

Umie Poerwanti
Karya Umie Poerwanti Kategori Lainnya
dipublikasikan 24 Oktober 2017
Buku Bacaan, Pesona Yang Mulai Redup Dilibas Zaman

Buku Bacaan, Pesona Yang Mulai Redup Dilibas Zaman
(Munculnya Kebiasaan Tidak Suka Membaca Sebuah Bahan Literatur Secara Lengkap)

Di zaman serba instant sekarang ini, banyak sekali ditemui beragam kemudahan, yang keberadaannya tersedia di berbagai tempat. Kemudahan-kemudahan yang muncul akibat dari kemajuan teknologi ini, ternyata telah menimbulkan dampak yang tak hanya mempengaruhi perubahan gaya hidup masyarakat modern secara positif, namun juga memiliki andil dalam mempengaruhi pola hidup secara negatif.

Salah satu perubahan yang mencolok adalah pada perilaku masyarakat dalam mensikapi sebuah informasi dalam bentuk literatur atau bahan bacaan baik yang bersifat akademis, ilmiah, maupun yang bertema ringan seperti pengumuman, infotainment, postingan kabar di linimasa media sosial dan lain sebagainya.

Bila kita melihat ke beberapa dekade balakangan, saat itu teknologi informasi belum sepesat sekarang. Buku dan bahan bacaan sejenis menjadi salah satu media yang amat digemari dan dibutuhkan. Perpustakaan dan toko buku menjadi salah satu tempat favorit bagi banyak kalangan untuk menghabiskan waktu mencari bahan bacaan yang dibutuhkan.

Mulai dari koran, majalah, komik, novel, buku referensi, karya ilmiah, dan beragam jenis bahan bacaan lainnya menjadi sesuatu yang lazim dimiliki dan dicari saat itu. Setiap jenis literatur dan terbitan memiliki pembacanya masing-masing, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Tak jarang bahkan sebagian kalangan masyarakat menjadi pelanggan setia, memburu kemunculannya bahkan mengoleksi banyak ragam literatur di rak-rak perpustakaan pribadinya.

Namun sekarang, pola lama ini mulai bergeser, seiring dengan kemudahan mengakses beragam sumber informasi yang dibutuhkan masyarakat melalui fasilitas yang disediakan teknologi terkini. Mulai dari channel televisi yang bisa dipilih sesuai selera pemerhatinya, berita-berita yang bersifat broadcast dan daring, juga ketersediaan beragam literatur yang sangat mudah didapat di dunia maya, semua ini membuat banyak bahan bacaan dan literatur baik media cetak seperti majalah dan surat kabar maupun jenis terbitan lainnya menjadi kehilangan pesona.

Mungkin inilah resiko dari berkembang pesatnya sebuah teknologi. Dan tentunya, nilai-nilai yang pernah dianut masyarakat akan terdegradasi. Salah satu nilai yang penulis amati, yang kini menyertai redupnya pesona bahan bacaan dan literatur adalah, makin menurunnya keinginan individu untuk membaca secara lengkap sebuah tulisan ataupun informasi yang tersedia, serta memahami konten yang ada di dalam tulisan tersebut. Dan tentunya, hal ini mengakibatkan minimnya pemahaman dan pengetahuan yang didapat dari kandungan informasi yang dimaksud.

Masyarakat sekarang cenderung suka membaca judul besar sebuah literatur tanpa mau menelaah penjelasan panjang yang tertulis setelahnya. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah, selain tidak gemar membaca secara lengkap, masyarakat masa kini juga sangat cepat merespon informasi yang didapatnya, dan bahkan juga suka membagikan respon tersebut ke halayak luas bahkan tanpa tahu secara pasti nilai kebenaran dari info yang didapatnya. Alhasil, Anda pasti bisa membayangkan dampak yang mungkin bisa terjadi setelahnya.

Sekali lagi, mungkin inilah dampak dan resiko yang menyertai perkembangan dari sebuah tekhnologi. Dan sebagai manusia yang dijuluki Allah dengan sebutan "ulul al-bab", tentu kita perlu menyikapi perubahan nilai ini dengan teramat bijaksana.

(Oleh : Umie Poerwanti)

  • view 36