Suara Rindu

Umie Poerwanti
Karya Umie Poerwanti Kategori Puisi
dipublikasikan 08 Agustus 2017
Suara Rindu

Saat hati tergetar, gemetar, merana
Bergemuruh lantang meski tanpa gema
Saat itulah nuraniku tersadar
Ingatanku pada sebentuk wajah sebenderang rembulan, belum juga pudar
 
Entah, berapa banyak titik hitam menyelimuti percaya
Susah payah kupendam dalam pedihnya lara
Setiap kali dihujaninya asaku dengan sembilu selaksa
Namun rindu ini tak jua muksa, tergugu pasrah di dasar jiwa
 
Wahai pedihnya cinta
Tak cukupkah perih dan luka ini menggerogoti rasa
Mengapa tak jua lenyap bayangnya di pelupuk mata
Hingga tiap derai tangis dan hujan tawa
Selalu terlintasi bingkai senyum menyemburat nan menawan jiwa
 
Sekejam ini kah gelora rindu, hingga mampu merobek nalarku?
Di mana dia, di mana sang penawan kalbu?
Akankah hati yang telah terduduki, mampu meretas batas waktu?
Atau kah akhirnya jiwa sang perindu
Kan berakhir kala raga berkalang tanah, jadi debu
 
Wahai wajah purnama, di mana pun adanya dirimu
Terdengarkah suara lirihku, suarakan rindu?
Ataukah getaran lemah ini, tak lagi mampu rasuki gendang telingamu?
 
Dan di sinilah suaraku, lunglai terkulai, merindu
Dalam lelah, sepenuh entah, separuh resah, menelangsa bayangmu
Yang semakin menjauh, meluruh, semu ...
 

  • view 48