Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 6 Mei 2017   20:23 WIB
Wajah Topeng

Pahatan topeng, merajah wajah
Di mana-mana, mengukir, mewabah

Wajahmu
Wajahnya
Wajah mereka
Wajahku, juga ...

Rupa asli, tiada kan temukan
Garis nasib, suguhkan tontonan

Kau aktornya
Dia aktornya
Mereka aktornya
Aku aktornya, juga ...

Di hadapanmu, dia asyik berperan
Di hadapannya, kamu masyuk berlakon
Di hadapan kalian, wajah topeng pun kumainkan

Aslimu tersenyum, culas dalam murka
Wajah topengmu membias pedih, berbalut duka
Aslinya menggugat, menghujat mendakwa
Wajah topengnya berhias tawa, tebarkan ceria

Asliku, siapa yang tahu
Tentu cuma aku ...

Dan wajah topengku, seperti yang kalian minta  

Duniaku, dunia wajah penuh drama
Wajah bertopeng di setiap sudutnya
Begitu pun wajahku, bertopeng seribu muka

Kau meminta, topengku penuhi pinta
Dia merajuk, topengku memberi canda
Aku bertanya, topengmu, topengnya
Meretas jawab yang mengundang tanya

Wahai dunia topeng wajahku
Tak adakah lagi tempat untuk wajah lugu
Tanpa polesan, tanpa tabir, tanpa sekat semu?
Tak adakah? Tiada adakah? Tiada jawabmu ...

Dan tanya pun tak sudah berjawab kelu
Sembari menyeret langkah tapakku
Menopang wajah topeng berdebu
Kemana pun arah langkah kaki menuju

Sampai kan tiba di satu waktu
Saat tanganku yang berpeluh, kaku
Susah payah mengetuk pintuMu

Dan tanpa diminta
Topeng wajahku kan jatuh, luruh, lesu ...
Teronggok bak tak berjiwa
Rontok berserak, jadi debu ...

 


#30dwcjilid5 #day26 #pejuang30dwc

 

Karya : Umie Poerwanti