Selamat Pagi Kejora

Umie Poerwanti
Karya Umie Poerwanti Kategori Lainnya
dipublikasikan 03 Mei 2017
Selamat Pagi Kejora

Hai Kejora .... Selamat malam ....

Ataukah... lebih tepat kusapa kau dengan ucapan, selamat pagi?

Ah, sudahlah, kau pasti telah lelah melewati keduanya, benar kan Kejora?

Andai saja ....

Andai kubisa gantikan posisimu menjadi bintang terindah di belahan langit timur, seperti di waktu pagi ini. Kau tahu? Aku pasti akan mengerjap-ngerjap riang di sepanjang menit-menit yang tersisa, sebelum semburat terang sang fajar hadir meredupkan cahyaku.

Menjadimu Kejora, meski telah melewati dua waktu malam dan pagi di setiap harinya,  rasa lelah pastilah hanya sebuah keniscayaan yang remeh bagimu. Benar kan Kejora? 

Betapa letihmu memutari bumi adalah sebuah keajaiban tersendiri?

Lagipula, bumilah sebenarnya yang secara selaras bergerak berputar, mencandaimu dari beragam arah yang berbeda. Benar kan Kejora? 

Dan di saat itu, kau selalu tersipu malu, mengerjap-ngerjap syahdu, membagi cahaya terangmu yang berbinar lembut melebihi gemerlap kawan-kawan langit di sekitarmu.

Wahai Kejora ....

Maaf, aku tak bisa lagi berlama-lama menemanimu. Bukan karena ku bosan bercakap-cakap dan bersenda gurau denganmu, bukan ....

Aku sungguh tak ingin pergi, sungguh .... Tapi, segaris sinar terang ini telah memperingatkan kita. Ini waktunya tuk saling ucapkan selamat tinggal, tuk saling lambaikan tangan tanda perpisahan. Dan aku tak tahan melihat kerjapmu perlahan luruh, menipis, dan sedikit demi sedikit muksa, seiring datangnya sang surya di ufuk sana ....

Perpisahan itu, sesingkat apapun masanya, tetap saja menyisakan pedih dan duka. 

Tapi, hai Kejora, jangan sedih yaa ....

Kita kan pisah hanya sebentar saja. Biarkanlah pagi bersama mentari menggantikan hadirmu separuh hari ini. Kau harus istirahat Kejora, agar malam nanti kau bisa kembali pancarkan binarmu, kembali menjadi bintang paling cemerlang hingga dini hari nanti. 

Jadi, pergilah Kejora, selamat tinggal, sampai bertemu lagi nanti malam.

  • view 65