Gundah

Umie Poerwanti
Karya Umie Poerwanti Kategori Puisi
dipublikasikan 27 April 2017
Gundah

Ku terengah
Mengejar bayang semu, aku lelah
Nurani tersadar dalam gundah
Namun sang nafsu, menggeliat resah, tak kunjung sudah

Gelisah
Tersiksa hasrat, aku marah
Kalbu mengeruh, suratkan keluh kesah
Naluri tutupi nurani, lidahku berkilah, akalku pun musnah

Memerah darah
Emosi terbakar memanaskan pongah
Guratan kegelisahanku mewarnai kisah
Nalarku binasa, kalbuku patah, amarahku tak pernah sudah

Dan terus saja, hidupku tersiksa gundah
Logikaku meratap lemah, menyerah kalah

Akankah kuhidup dalam resah selamanya?
Mengedepankan fana, mengorbankan mulia?

Di ujung retakan hati yang pecah tak beraturan
Kudapati sadarku merobek celah tuk rubah haluan

Wahai hati nan retak patah
Hantarkanlah kekuatan tuk redakan gelisah

Dalam sisa-sisa tekad yang hampir musnah
Kuraih tonggak tuk bantuku melangkah

Dan dengan segenap niat tuk berubah
Pada Yang Maha Daya, bersimpuh kuberserah ... 

  • view 39