Waktu, Di Suatu Ketika

Umie Poerwanti
Karya Umie Poerwanti Kategori Puisi
dipublikasikan 13 April 2017
Waktu, Di Suatu Ketika

Pernah, di suatu ketika
Menangisimu, adalah sebuah niscaya
Hati yang terbelah, patah
Menorehkan luka, tangisan darah

Dan aku tergugu, pilu...

Bahkan di suatu ceruk masa
Kala musim berganti wacana
Sayatan yang terkoyak
Belum mengering jua
Menyisakan darah, dipenuhi nanah

Masih...
Kau masih disana
Bertengger kukuh tak bergeming
Di sudut hati, tak terjamah asa

Kenanganmu
Kerap mengundang air mata
Rinainya jatuh satu-satu
Membiaskan bayang sebersit wajah

Dan seiring roda berputar
Jejakku terus menggelinding
Menggilas hari, menggerus masa

Tanpa kusadari...

Di satu titik, langkahku terhenti
Pandanganku nanar, tersadar

Wahai...
Kemana perginya rasa pedih?
Kutelusuri tiap senti permukaan hati
Kemana hilangnya sayatan basah, bernanah?
Kemana sirnanya?

Rentetan tanya terus saja bergema
Menggedor telingaku, hingga relung jiwa

Wahai...
Lirih nalarku mengembalikan kenangan
Keping demi keping, tak lagi terasa perihnya

Logikaku mendapatkan jawab

Waktu, di suatu ketika
Menutup sempurna sayatan pilu
Satu... satu...

****

  • view 92