"Virus Yang Bernama Pengecut"

"Virus Yang Bernama Pengecut"

Umar Ifwal
Karya Umar Ifwal Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 November 2016

Awalnya semua berjalan biasa saja. Kita memasuki lorong yang begitu tenang dan sedikit gelap. Diantara ketenangan itu tiba-tiba terdengar suara desiran halus  yang saya yakin itu cuma suara angin. Namun salah seorang teman terkejut, seraya bergumam dengan ketakutan-ketakutannya sendiri sehingga membuat suasana menjadi begitu mencekam. Langkahnya semakin cepat. Diapun berlari membuat yang lain panik dan memilih ikut berlari.  Akhirnya Semua berlari, tak ada yang mau di belakang. Berusaha saling mendahului. Saling mendorong, lalu trjatuh, kembali bangun, terdorong lagi, lalu terinjak-injak. Semua sudah tidak peduli dengan yang lain. Yang pnting diri sendiri selamat sampai keluar dari terowongan. Sungguh semua diluar dugaan. Kepengecutan ini telah menciptakan Kami menjadi Serigala-serigala yang buas. Hanya karena desiran angin membuat kita saling mendahului dan saling menginjak-injak. Saling menaklukkan.
Trkadang hidup memang senaif itu kawan....

Andai kita putar waktu sedikit ke belakang. Sangatlah tidak Wajar, suara desiran angin membuat kita sepanik ini. Sesungguhnya Kita hanya perlu tetap saling brgandengan tangan, dan saling mnguatkan seperti saat kita akan memasuki terowongan ini tanpa harus berpencar dan merusak barisan. Jika kita bisa keluar dari terowongan ini bersama kenapa kita harus menyelamatkan diri sendiri. Jika bisa menang bersama kenapa harus menang dengan cara Menaklukkan.

  • view 244