23 Januari 2016

Ulyatin Jamil
Karya Ulyatin Jamil Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2016
23 Januari 2016

Aku tidak percaya. Aku sulit mempercayai bahwa hari itu kami sungguh bertemu. Dia adalah pria yang meninggalkanku tiga tahun lalu, yang sekarang duduk bersandar dan hanya berjarak satu meter dariku.

Dia bukan lagi anak SMA umur tujuh belas tahun seperti yang ku kenal dulu, begitu juga sebaliknya. Dia terlihat berusaha mencairkan suasana dengan bergurau bersama temannya dengan sesekali senyum getir khas dirirnya. Aku semakin berusaha menebak isi otak dan hatinya, seperti tidak ada kebahagiaan disana. Pertemuan kami malam ini mungkin baginya hanya sebuah ketidaksengajaan. Setelah malam ini, tentu ia  dengan mudah akan segera lupa; secepat saat ia melupakanku seperti 3 tahun silam.

Aku masih berusaha keras menebak apa yang saat ini ia rasakan dan fikirkan . Hatiku hanya ingin mempercayai bahwa pria itu masih mengharapkan kehadiranku dalam hidupnya, namun otakku dengan cepat menyadarkan bahwa itu adalah hal yang tidak mungkin; seperti pernyataan temanku bahwa ia masih mencintai wanita itu; wanita yang membuatnya meninggalkanku tiga tahun lalu.

Malam itu adalah keajaiban, dimana Tuhan lagi-lagi berbaik hati mendengar doa dan mengabulkan kiriman fatihahku untuknya; yang awalnya kufikir ini adalah doa paling gila yang pernah kurapalkan. Entah bagaimana perasaannya saat ini. aku sama sekali tidak mempunyai keberanian meskipun hanya sekedar mengatakan " Hai, bagaimana kabarmu? ", karena aku yakin dia tidak pernah mengharapkan pertemuan ini terjadi, seperti halnya yang terjadi tiga tahun lalu.




Untuk lelaki yang namanya terkadang masih muncul dalam rintihan doaku.

Aku merindukanmu~

  • view 227