Aku Memilihmu

Ulvina Haviza
Karya Ulvina Haviza Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Mei 2016
Aku Memilihmu

Kemarin, saat diminta menuliskan 8 nama orang terpenting dalam hidup di secarik kertas, maka namamu lah yang teringat pertama kali, bukan kedua orang tuaku. Selain karena beliau berdua telah tiada di dunia ini, sejak kau mengambil alih tanggung jawab atasku melalui ijab kabul, kau lah orang terpenting dalam hidup sejak saat itu, bagiku.

Kemarin, aku memilih menuliskan namamu sebelum menuliskan nama buah hati semata wayang kita, Adlan. Sementara sang adik masih dalam kandungan menjelang lima bulan, belum memiliki nama. Bukan, bukan karena aku tak mencintainya. Bahkan rasa sayangku melebihi segalanya di dunia ini untuknya, karena aku adalah ibunya. Tapi ketika mesti memilih satu, maka hatiku kujatuhkan kembali padamu, seperti saat pertama kuputuskan memilih menerimamu menjadi pendamping hidupku dulu, empat tahun lalu.

Karena kelak, jika umurku tak cukup lama lagi di dunia, maka kau adalah ayah yang paling sempurna untuk membesarkan anak kita. Kau adalah ayah yang paling luar biasa, ayah yang selalu berlembut hati pada anak-anaknya, ayah yang akan membesarkan anak-anak kita dengan visi yang luar biasa, ayah yang akan menularkan kekuatan di tengah-tengah akhir zaman yang semakin menggila. Ayah yang padanya kedua buah hatiku tak kan pernah kekurangan kasih sayang dan keberanian.

Dan kelak, jika justru Allah berkenan memanjangkan umur kita berdua, maka hanya dengamulah akan kuhabiskan masa tua bersama. Saling melengkapi, saling menjaga, saling menemani di masa renta kita. Saat tak ada lagi kaki-kaki kecil yang berlarian mengelilingi rumah kita, saat tak ada lagi mainan dan barang-barang yang berserakan dimana-mana, saat anak-anak kita telah pergi meninggalkan kita untuk melanjutkan sendiri sejarah hidup mereka, membina rumah tangga. Dan nantinya hanya akan tinggal kita berdua menikmati hari-hari senja bersama. Maka aku memilihmu.***

  • view 141