Aku Benci Jatuh Cinta, Jika Hanya Membuatku Rendah Diri

Ulum Arifah
Karya Ulum Arifah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Februari 2016
Aku Benci Jatuh Cinta, Jika Hanya Membuatku Rendah Diri

Apakah aku memang tak baik?. via: www.culturaalternativa.com.br

Katanya cinta bisa membuat bahagia. Katanya cinta bisa membuat seseorang berubah menjadi lebih baik. Katanya cinta itu anugerah. Katanya cinta itu indah. Katanya cinta itu ajaib. Bahkan bisa membuat tai kucing berasa coklat. Seperti itukah?

Jika semua orang yang kulihat selalu tersenyum malu-malu ketika jatuh cinta. Jelas sekali terlihat berbinar-binar bahagia. Katanya ribuan kupu-kupu seperti terbang di perutnya. Ingin sekali bergandengan tangan menyusuri pantai berdua. Kemudian dunia serasa hanya milik berdua. Lalu apakah rasaku bisa disebut cinta?

Ketika Rasa yang Katanya Disebut Cinta Itu Datang Tanpa Pernah Ku Duga

Tiba tiba saja hatiku telah jatuh kepadamu. via: laviniraaa.blogspot.com

?I meant it when I said I didn?t believe in love at first sight. It takes time to really, truly fall for someone. Yet I believe in a moment. A moment when you glimpse the truth within someone, and they glimpse the truth within you. In that moment, you don?t belong to yourself any longer, not completely. Part of you belongs to him; part of him belongs to you. After that, you can?t take it back, no matter how much you want to, no matter how hard you try.??
Claudia Gray, A Thousand Pieces of You

Rasa itu datang seperti hantu. Datang tanpa pernah ku mau. Tanpa kuminta, tanpa kuduga ia datang begitu saja. Menghampiriku, menyapa, kemudian meyelinap masuk mengendap?ngendap kedalam hatiku. Tanpa kusadari rasa itu telah tumbuh subur tanpa pernah bisa ku cegah. Semua ini benar-benar diluar kendaliku. Selama ini aku selalu bersikap profesional kepada siapapun tanpa pernah melibatkan perasaan. Namun entah apa keistimewaanmu sehingga engkau bisa menjadi pengecualian. Aku, sudah terlanjur jatuh hati padamu.

Memaksaku Bertekuk Lutut Pada Pesonanya, Lelaki Menawan Yang Shaleh Sosialnya

Kamu begitu menarik hati. via: beritahati.com

Lelaki tampan, baik hati dan menawan. Siapa yang tak akan jatuh hati padamu. Namun sungguh bukan itu yang membuatku jatuh hati. Aku bahkan tak punya alasan sedikitpun mengapa aku mencintaimu. Bahkan jika kamu berubah dan kehilngan hampir semua kelebihanmu, kau tetap membuatku terpesona. Karena bagiku, cinta sudah lebih dari cukup untuk membuatmu sempurna di mata dan hatiku.

Lalu Tubuhku Merasakan Semacam Ekstasi Ketika Bersamanya

Bersamamu begitu menenangkan. via: aminoapps.com

Apakah aku sudah pernah bilang bahwa cinta seperti halnya narkoba karena memiliki efek kecanduan yang luar biasa?. Aku tak pernah merasa sebahagia ini. hanya melihat senyummu saja sudah membuatku berbunga-bunga. Duduk di sampingmu saja terasa begitu menakjubkan seperti di negeri dongeng.

Membuatku Seakan Terobsesi Ingin Memilikinya

Aku ingin menari di bawah hujan bersamamu. via: thecuratorlife.wordpress.com

Cinta selayaknya dendam, akan lebih puas jika terbalaskan.?~Lei

Kini ku sadari ada satu lagi rasa yang tumbuh dalam hatiku setelah aku mencintaimu. Aku mulai merasakan cemburu. Aku cemburu dengan semua teman perempuanmu. Akau cemburu dengan semua nama perempuan yang kau sebut dengan bibirmu. Aku bahkan cemburu dengan hanphone yang memiliki kesempatan lebih banyak untuk berada dalam genggamanmu. Bolehkah aku memilikimu dan menjadikanmu satu-satunya lelakiku?

Hingga Kurasa Sakaw Ketika Ia Tak Terlihat Dari Pandangan Mata

Ingin Berlari memelukmu. via: wallpaper24x7.com

?I think of you only twice a day - when I am alone and when I am with someone else.??
Amit Kalantri, I Love You Too

Hei apakah kau pernah merasa rindu?. Rindu yang seperti memaksamu berlari kepelukannya. Hei apakah kau pernah merasa rindu? Hingga eksistensi semua lelaki tak lagi berarti. Hei apakah kau pernah pernah merasa rindu? Rindu yang membuatmu begitu ingin menangis namun kau tetap saja menikmatinya. Hei, apakah kau pernah merasa rindu? Rindu yang begitu menggebu-gebu hingga kau hampir tak sanggup lagi menahannya. Hei, bolehkah aku merindukanmu semacam itu?

Namun Kenyataan Menamparku, Menghempaskanku Ke Dunia Nyata Serta Memaksaku Sadar Diri

apakah aku memang tak pantas?. via: thesecret.tv.br

Bukankah bukan cinta namanya jika menuntut harta, pangkat maupun rupa untuk jadi syaratnya?. Bukankah cinta adalah cinta itu sendiri?. Tetapi mengapa keadaan begitu kuat memaksaku untuk sadar diri. Apakah aku memang seburuk itu sedangkan kau begitu mulia seperti dewa?. Apakah semua aib, kekurangan serta keburukanku membuatku tak layak dicinta atu mencinta?. Apa sebenarnya salahku?. Apakah salah jika aku mencintaimu?. Sungguh, sungguh bukan aku yang mimilih untuk menjatuhkan hati ini kepadamu. Ini bukan kehendakku, ini kehendak Tuhan.

Kini Aku Membencimu Cinta, Jika Hanya Membuatku Rendah Diri

aku membencimu. via: www.1freewallpapers.com

Jangan kau bawa nama-nama Tuhan, itu ucapmu.

Aku menangis tersedu sedu. Tanpa air mata, tanpa suara. Bahkan tangisanku tak mampu terlihat oleh mata. Aku sudah tak lagi bertanya apakah aku memang tak pantas di cinta. Hatiku dan fikiranku sudah terlanjur ditumbuhi kebencian. Aku benci kepadamu cinta. Amat sangat membencimu. Seharusnya aku membencimu dan mengenyahkanmu sejak awal, jika ku tau bahwa akhirnya kau hanya membuatku rendah diri. Merendahkan diriku serendah ini dan merasa diriku tak lagi berarti. Aku membencimu, benar-benar membencimu.

?

  • view 834