Jilbab Ada yang Halal? eh Itu Jilbab Bisa Dimakan?

Ulum Arifah
Karya Ulum Arifah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 04 Februari 2016
Jilbab Ada yang Halal? eh Itu Jilbab Bisa Dimakan?

Awalnya saya tidak ngeh ketika sekilas membaca judul tulisan fahd pahdepie?yang berjudul?Istriku, Maafkan Jika Jilbabmu Tidak Halal. Saya mulai menduga-duga apakah bang fahd muali ragu dengan ke halalan pekerjaannya atau sumber pendapatannya. Atau apakah ia merasa menzholimi isterinya karena merasa menafkahinya dengan cara yang tidak benar?. Dan ternyata jawabannya benar-benar membuat saya tertawa.?

Sebentar-sebentar, sepertinya kita perlu tahu perbedaan haram dan najis

1. Bukankah benda yang memiliki hukum halal atau haram karena kandungannya itu untuk makanan?

Disini saya tidak mau membahas dalil ya. Di Islam sudah jelas kok kalau sesuatu yang dihukumi halal atau haram berdasarkan unsur atau zat yang terkandung di dalamnya hanyalah makanan. Makanan dihukumi halal jika memenuhi beberapa syarat: kandungannya (tidak termasuk barang najis dan makananan yang di haramkan), benar cara mendapatkannya, disembelih dengan menyebut nama Allah serta makanan yang di hukumi halal karena sebab-sebab tertentu, misalnya daging bangkai yang menjadi halal karena jika tidak makan daging tersebut maka orang itu akan mati. Jadi selalin harus memastikan makanan yang akan kita makan itu terjamin ke halalannya tetapi kita juga harus memastikan uang yang akan kita gunakan untuk membayar juga diperoleh dari sumber-sumber yang benar.?

2. Bukankah untuk selain makanan, suatu benda kehalalannya?dinilai dari cara memperolehnya?

Nah kalau untuk benda selain makanan, hukum halal diperoleh dari cara mendapatkannya. Semua benda yang cara memperolehnya melalui jalan yang tidak di ridhoi Allah maka hukumnya haram untuk digunakan. Misalnya barang yang kita pergunakan tanpa seizin pemiliknya. Atau barang yang kita dapat kan dari hasil mencuri atau barang yang kita beli dengan uang haram (menurutmu uang dikatakan uang haram karena apa? karena perumperuri mencetaknya dengan kertas yang berunsur babi? :D). ?Jadi meskipun kamu membeli kerudung dengan merek yang katanya sudah halal itu, kalau kamu membelinya dengan uang korupsi ya sama saja bohong. :D

3. Lalu muncul lagi pertanyaan bagaimana jika benda tersebut terbuat dari unsur babi? bukankah haram?

Nah lagi-lagi babi yang jadi kambing hitam. Padahal hewan yang haram tidak babi saja lho ( cek cek kasian kamu babi :) ). baiklah, mari kita cermati. jika barang yang selain makanan mengandung unsur babi maka namanya najis. sedangkan benda najis tidak hanya babi, ada banyak. misalnya kotoran ayam, kotoran sapi dan kotoran-kotoran yang lain termasuk kotoran kita, semua najis. dan setiap barang yang terkena najis, boleh ((baca: HALAL) dipergunakan asalkan telah disucikan terlebih dahulu dan pastikan diperoleh dari jalan yang benar. ? ?

Jadi harus di ingat ya, setiap yang najis pasti haram dimakan kecuali sebab-sebab tertentu seperti terpaksa jika tidak makan maka akan mati. tetapi yang najis selama masih bisa disucikan maka HALAL?dipergunakan setelah suci.?

Masih bingung jilbabmu itu haram hatau halal? eit dah, emang kamu dapetnya dari mana? ngutil jemuran tetangga depan? hehehehe

?

  • view 215