Sahabat

Ulum Arifah
Karya Ulum Arifah Kategori Puisi
dipublikasikan 14 Juni 2016
Sahabat

Kita berawal dari saling menipu
Kamu yang menipuku dengan selimut ketulusan
Dan aku, menipu diriku sendiri dengan prasangka prasangka baik
Terlena
Ya, kita terlena
Terlena dengan apa yang kita sebut persahabatan.
Semua dengan mudah kubagi: waktuku, uangku, tenagaku, fikiranku, hatiku, emosiku, hidupku bahkan ayah serta ibuku.
Kini, semua terasa terlalu banyak.
Menyesal? tidak. aku tak akan memungut apa yang pernah kubagi.
Pernah suatu ketika kesadaran menghempaskanku dalam keterpurukan
Aku terjebak dalam tipuan tipuan
Terhanyut dalam ketidak percayaan
Kita pernah saling menuduh di belakang.
Kau bilang aku keterlaluan
Ya aku memang keterlaluan
Kau, seperti halnya air yang mengalirkan diri dalam selokan
Kau yang memilih pergi dengan tumpukan kebohongan.
Seperti sampah yang terlepas dari genggaman.
Mengertilah, kehadiranmu tak lagi diharapkan.

  • view 36