Hujan Mengapa selalu Membuat Kita Merindu?

Ulum Arifah
Karya Ulum Arifah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Juni 2016
Hujan Mengapa selalu Membuat Kita Merindu?

Hujan dan secangkir coklat panas. via: dokterpenulis.com

Banyak jiwa yang percaya bahwa hujan yang turun kebumi, tiga puluh persennya adalah air. Sedangkan sisanya adalah kenangan.

Hujan selalu dirindukan. Aroma petricor yang muncul pertama kali selalu menjadi tanda kehadirannya. Dan selanjutnya rindu yang bercampur dengan air dan setumpuk kenangan menjadi sebuah simphoni yang apik namun begitu sendu dan memabukkan.

Ah, bukankah kita selalu bertanya mengapa ketika hujan turun, maka kita selalu berubah tidak baik-baik saja? Ada saja bagian dari hati yang menjerit mengenang masa lalu. Atau keinginan yang mendadak muncul menginginkan kenangan untuk terulang. Dari semua hal ajaib tentang hujan, pernahkah kau sadari ini:

Hujan Mampu Menghipnotis Manusia Untuk Membangkitkan Ingatan Masa Lalu

Dulu, di tempat ini, kita pernah menunggu hujan yang sama. tidakkah kau mengingatnya?. via: galaukawesuper.blogspot.com

Ketika hujan turun perlahan, pernahkah kamu merasa kenangan tiba-tiba saja menyeruak memenuhi segala sudut pikiran? Pernahkah sekali saja hujan turun tanpa diiringi oleh hadirnya kenangan, meski sedikit saja? Nyatanya hujan selalu membuat kita terbuai dengan kenangan masa lalu. Ah, bukankah hujan dan kenangan selalu saja memabukkan?

Hujan Juga Membuat Perasaan Kita Menjadi Lebih Tenang

Hujan selalu membuatku tenang, itulah mengapa aku begitu suka menyentuhnya. via: www.sharonsalzberg.com

Gemericik air, suara yang indah itu, membuat jiwa lebih tenang. Suara alam yang menyatu dengan udara yang dingin membuat suasana menjadi syahdu dan begitu mendukung jiwa-jiwa perindu untuk mendamba ia yang dirindukan. Meski ber mil-mil membentang atau bahkan jarak hanya sebatas rentangan tangan, namun nyatanya rindu itu selalu tak pernah lelah untuk datang.

Ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang dilanda rindu, dan pada titik inilah, inspirasi seringkali muncul bagai tetesan hujan

Aku merindukanmu, tidakkah kau mendengarnya?. via: racikankata.com

Tahukah kamu bahwa ada suara yang tak bisa di dengar? Tahukah kamu bahwa ada musik yang tak berdawai? Tahukah kamu bahwa ada lagu yang tak mampu di dengar kecuali oleh jiwa-jiwa perindu?
Lihatlah, banyak sekali pujangga, penulis dan penyair yang menjadikan hujan sebagai inspirasi dari keindahan yang memakmumkannya kedalam bait-bait kerinduan. Lihatlah, tidakkah kau pernah mengetahuinya? Atau bahkan kau pernah menjadi salah satunya?

Hujan Selalu Dekat Dengan Keheningan

Hujan selalu membuatku ingin menari di bawahnya. Karena ku tahu tak akan ada seorangpun yang peduli. via: newyorksightseeingtours.wordpress.com

Bagai dua sahabat karib yang selalu beriringan. Hujan selalu saja turun disertai dengan keheningan. Suara klakson, suara berisik seakan lenyap begitu saja ditelan gemericik air. Hanya tinggal suara gemuruh dan petir yang sesekali terdengar. Ketika keheningan itu muncul, ia selalu menjadi pemicu yang handal yang mampu membuat seseorang melamun sambil memikirkan sesuatu. Misalnya ia yang sedang dirundung cinta dan rindu.

Lalu, pernahkah hujan membuatmu sedikir saja merindukanku? :)

 

Ditulis dikala hujan,
ditemani ritmis rinainya
dan lagu 'biarkan' dari payung teduh
Surabaya, 13 Juni 2016


Dilihat 675