Makna di Balik Alasan Penolakan Perempuan “Kamu Terlalu Baik Untukku”

Ulum Arifah
Karya Ulum Arifah Kategori Motivasi
dipublikasikan 12 Juni 2016
Makna di Balik Alasan Penolakan Perempuan “Kamu Terlalu Baik Untukku”

Aku masih mencintaimu, tapi kita harus putus karena 'kamu terlalu baik buat aku. via: it.forwallpaper.com

Kamu pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan, kemudia dia meminta putus dengan alasan 'kamu terlalu baik untukku'?

Atau kamu pernah melakukan PDKT dengan perempuan incaranmu, melakukan banyak cara untuk membuatnya menyukaimu. Tetapi saat kamu menyatakan cinta kepadanya, dia menolakmu dengan alasan ‘kamu terlalu baik untukku’?.

Jika kamu pernah mengalami salah satu dari dua hal diatas, atau mungkin yang serupa. Maka ketahuilah, meskipun memiliki struktur kalimat yang sama, namun ‘kamu terlalu baik untukku’ yang di ucapkan setiap perempuan sebagai alasan penolakan, bisa berarti berbeda-beda. Berikut pengakuan beberapa perempuan tentang arti ‘kamu terlalu baik untukku’:

1. Dia tidak menemukan Alasan Yang lebih baik dari itu. Intinya tidak ada alasan apapun, dia menolakmu atau dia cuman pengen putus. Udah gitu aja. 

Sebenarnya dia bosan dengan hubungan yang dia jalin bersamamu. Dia ingin putus dan tidak menemukan alasan yang lebih baik dari ini. Atau dia tidak mau menerimamu tetapi tidak punya alasan untuk menolakmu. Akhirnya dia menggunakan alasan klise yang lumrah di pakai banyak perempuan ‘kamu terlalu baik untukku’. Jadi jangan merasa kamu memang terlalu baik atau dia tidak baik. Ini cuman alasan. Iya cuman alasan saja. Jadi jangan di ambil hati atau di fikirkan terlalu serius.

2. Kamu bukan tipenya, dia memang ingin punya pacar yang lebih ‘nakal’

Laki-laki banyak yang menyukai perempuan baik-baik yang nantinya hanya akan 'nakal' dihadapannya. Tetapi perempuan cenderung tertarik dengan lelaki 'nakal' yang kemudian menjadi baik demi dirinya.

Jadi tidak ada makna lain di balik ‘kamu terlalu baik buat aku’. Kekasih atau gebetanmu itu jujur mengatakannya. Kamu memang terlalu baik buat dia. Dengan kata lain dia tidak menyukai dirimu yang baik. Mungkin baginya kamu tidak begitu menarik atau menantang. Yeah, sudah menjadi rahasia umum jika sebagian perempuan setuju bahwa bad boy cenderung lebih menarik. Untuk beberapa perempuan lelaki yang ‘nakal’  jauh lebih menarik karena penuh tantangan dan bisa menjadi ‘patner in crime’. Bagaimanapun merupakan hak asasi setiap orang untuk pacaran dengan siapapun dan dengan cara yang bagaimanapun. Nah, jika kamu lelaki baik yang di tolak dengan cara ini, maka harusnya kamu bersyukur. Karena secara tidak langsung dia memberimu kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik darinya. :D

3. “Baik” dalam hal ini bermakna konotatif, yang artinya adalah: penjilat, koruptif, gampangan, suka mencampuri urusan orang lain dll.

Oh, the truth hurts, and lies worst – James Morrison feat. Nelly Furtado – Broken Strings

Nah ini justru sebaliknya. Dia bilang kamu terlalu baik, tetapi sebenarnya mau bilang kamu brengsek banget. Untuk kasus ini biasanya dia sudah lama mengenalmu, atau baru kenal namun sudah paham dengan benar watak dan kepribadianmu, atau paham dengan benar latar belakangmu. Mungkin sebelumnya menurutnya kamu adalah pribadi yang tidak baik, namun begitu PDKT kepadanya kamu tiba tiba berubah jadi baik. Atau sebaliknya, selama PDKT kamu baik banget sama dia, kemudian ketika pacaran kamu berubah menyebalkan. Nah makanya perempuan atau gebetanmu itu meminta putus dengan alasan kamu terlalu baik. Padahal aslinya? Ah sudahlah...

4. Tidak ada apapun, dia hanya ingin menguji seberapa besar kesungguhanmu.

Pernah tau perempuan yang bilang 'gak mau' tetapi aslinya 'ngarep banget' atau sebaliknya bilang 'mau' tapi sebenarnya 'gak mau'? Perempuan banyak sekali yang seperti itu, mengutarakan sebaliknya karena berharap orang yang di ajak bicara lebih peka. Dia menolakmu atau mau putus denganmu karena ingin tahu seberapa besar kegigihanmu untuk bertahan di sampingnya. Jadi belajarlah lebih peka ya ^_^

5. Dia merasa tidak pantas mendampingimu, namun berharap kamu masih mau memperjuangkannya.

Sama halnya dengan poin nomor 5. Tetapi bedanya kali ini perempuan ini telah jatuh cinta kepadamu atau masih begitu mencintaimu. Namun dia sadar diri dengan apa yang dia miliki. Dia merasa tidak pantas bersanding denganmu namun sangat berharap kelak bisa bersanding denganmu. Jika menurutmu perempuan atau gebetanmu itu termasuk dalam poin ke 6 ini maka dukunglah dia mendapatkan kepercayaan dirinya atau berilah dia semangat untuk meraih impiannya dan menjadi pribadi yang lebih berkualitas, agar ia sadar bahwa ia pantas untuk memilikimu.

6. Dia merasa tidak pantas untukmu, sadar diri dan memilih untuk mundur teratur.

Maafkan aku mas aku gak bisa melanjutkan hubungan ini, aku merasa kamu terlalu baik buat aku . aku benci rasa cinta atau hubungan yang justru membuatku rendah diri.

Kali ini bukan sekedar alasan klise, dia memang berfikir kamu terlalu baik untuknya karena dia tidak cukup percaya diri dengan kemampuan maupun kualitas dirinya sendiri. Mungkin saja ada interfensi dari luar terkait hubungan kalian. Atau dia tidak mendapat dukungan dari siapapun untuk menjalin hubungan denganmu bahkan banyak yang mencemooh. Sedangkan baginya tidak ada pilihan yang lebih baik selain putus atau menolakmu dan mundur teratur.

Jadi pesan untuk para lelaki yang mayoritas tidak peka, jika perempuanmu atau gebetanmu menolakmu dengan alasan ‘kamu terlalu baik untukku’, jangan buru buru marah atau patah hati, apalagi putus asa atau memutuskan untuk bunuh diri. Di analis dulu makna tersirat dibalik alasannya itu. Be smart man ya ^_^

 


  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    Makna Dibalik => Makna di Balik

  • Ulum Arifah
    Ulum Arifah
    1 tahun yang lalu.
    Hahaha. Banyak yang curhat kayak gitu sih.

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    "Laki-laki banyak yang menyukai perempuan baik-baik yang nantinya hanya akan 'nakal' dihadapannya. Tetapi perempuan cenderung tertarik dengan lelaki 'nakal' yang kemudian menjadi baik demi dirinya."
    .
    .
    Hihihihi nemu aja kalimat itu...